Ilustrasi(magnific)
PSIKOLOG klinis lulusan Universitas Indonesia, Ratih Ibrahim, MM, Psikolog, menekankan pentingnya masyarakat untuk menerapkan prinsip pause before posting alias memberi jarak sebelum mengunggah sesuatu di media sosial, terutama saat kondisi emosional sedang meningkat.
Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah perilaku impulsif nan dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
"Biasakan memberi jarak sebelum mengunggah sesuatu. Prinsip sederhana seperti 'pause before posting' sangat membantu. Jika sedang marah, sebaiknya jangan langsung menulis alias mengunggah apa pun," ujar Ratih, dikutip Selasa (11/8).
Respons Terhadap Fenomena Perundungan
Saran ini disampaikan Ratih menanggapi peristiwa nan viral di media sosial baru-baru ini. Seorang warganet, nan dilaporkan telah meninggal dunia, sempat mengunggah keluhannya lantaran belum mendapatkan bilik rumah sakit setelah menunggu selama delapan jam. Namun, unggahan tersebut justru mendapat komentar perundungan dari sejumlah akun nan diidentifikasi sebagai tenaga kesehatan.
Menurut Ratih, setiap pengguna media sosial kudu bisa mengenali tanda-tanda ketika emosi mulai tidak terkendali. Kesadaran diri menjadi kunci utama dalam menjaga etika di ruang digital.
| Tubuh terasa tegang | Berhenti sejenak dari perangkat digital |
| Pikiran dipenuhi kemarahan | Menunggu beberapa menit hingga beberapa jam |
| Dorongan kuat membalas komentar | Mencari saluran pelepasan stres nan sehat |
Menjaga Integritas di Ruang Digital
Selain memberikan jeda, Ratih juga menyarankan beberapa langkah preventif untuk menjaga stabilitas emosi, seperti menjaga kualitas tidur, mengelola beban kerja dengan baik, serta membatasi paparan media sosial saat tubuh merasa sangat lelah.
Ia mengingatkan bahwa meskipun media sosial adalah wadah ekspresi, pengguna tidak bisa lepas dari tanggung jawab sosial. Setiap konten nan diunggah merupakan gambaran dari karakter, nilai, dan integritas seseorang.
"Media sosial itu memang sebuah ruang untuk berekspresi. Tapi, media sosial bukan ruang nan bebas dari tanggung jawab," tegasnya.
Dengan tidak terburu-buru menekan tombol unggah saat marah alias lelah, masyarakat diharapkan dapat menghindari emosi sesaat nan berpotensi berkembang menjadi persoalan norma alias sosial nan lebih serius di kemudian hari. (Ant/Z-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·