Jakarta, CNN Indonesia --
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam keras acara promosi diduga minuman keras (miras) berkedok tantangan mahfuz Alquran nan mendadak viral di media sosial.
Peristiwa viral itu diketahui terjadi di salah satu booth sponsor dalam pagelaran musik The Sounds Project nan digelar akhir pekan lalu, Minggu (9/8), di Jakarta. Festival musik itu sendiri melangkah selama tiga hari pada akhir pekan lampau di Ancol, Jakarta Utara, ialah 7-9 Agustus 2026.
Dalam video viral, visitor merekam momen sebuah booth produk miras nan gelar tantangan (challenge) mahfuz salah satu surah dalam kitab suci Alquran ialah Ad-Duha bagi pengunjung, dengan hadiah diduga sebotol miras nan dipromosikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Unggahan tersebut menuai gelombang kritik netizen nan menilai tindakan pemasaran tersebut sama sekali tidak mempunyai etika dan adab.
Majelis Ulama Islam (MUI) Pusat menegaskan tindakan itu tidak dapat dibenarkan dari perspektif pandang mana pun, terutama agama.
Ketua MUI Bidang Fatwa Prof KH Asrorun Niam Sholeh menyatakan gimik pemasaran nan memadukan ayat suci Alquran dengan minuman beralkohol telah melanggar tatanan agama, etika moral, hingga norma nan berlaku.
"Tindakan tersebut tidak bisa dibenarkan, baik secara keagamaan, moral etika, maupun secara hukum. Pelaku kudu mempertanggungjawabkan perbuatannya," tegas Niam, Senin (10/8) malam dikutip dari laman resmi MUI.
Guru Besar Ilmu Fikih UIN Jakarta tersebut menjelaskan bahwa Alquran merupakan Kalamullah nan sangat disucikan dan aktivitas membacanya adalah corak ibadah berbobot tinggi.
Sebaliknya, minuman keras merupakan jenis minuman nan secara tegas diharamkan dalam Alquran.
Menurut Prof Niam, menyandingkan ibadah membaca Alquran sebagai syarat untuk mendapatkan bingkisan miras adalah tindakan nan merendahkan martabat agama.
"Membuat gimik membaca Alquran dengan iming-iming bingkisan minuman keras adalah corak perendahan kesucian Alquran," lanjutnya.
Kasus ini mencuat setelah akun Threads @JARRKOJARR membagikan pengalamannya saat menghadiri pagelaran musik The Sounds Project. Dalam unggahannya, dia memperlihatkan sebuah booth produk miras nan menggelar challenge mahfuz Surah Ad-Duha dengan hadiah sebotol miras.
Pernyataan penyelenggara The Sounds Project
Sementara itu, pada unggahan di akun media sosial Instagram resmi The Sounds Project, pada Selasa (11/8), penyelenggara aktivitas nan terdapat booth sponsor itu pun buka suara.
"Rasa hormat terhadap kepercayaan dan kepercayaan seluruh audiens adalah nilai nan kami pegang teguh sebagai penyelenggara, dan tidak ada toleransi untuk pelanggaran terhadap nilai tersebut," demikian pernyataan resmi nan dikutip dari akun Instagram The Sounds Project.
Penyelenggara mengonfirmasi video viral itu terjadi di salah satu booth sponsor pagelaran musik tersebut, dan terjadi pada Minggu (9/8) kemarin.
"Kami sebagai penyelenggara aktivitas turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut. Kami tidak pernah, dan tidak bakal pernah, membenarkan perilaku nan menjadikan kepercayaan sebagai bahan challenge alias promosi produk dalam corak apa pun," kata penyelenggara festival.
"Kami tegaskan bahwa kejadian tersebut sepenuhnya di luar arahan, persetujuan, dan kendali kami sebagai penyelenggara acara," imbuhnya.
Atas dasar itu, The Sounds Project menyatakan telah melakukan tiga langkah konkret untuk menyikapi persoalan nan telah terjadi.
Pertama, menegur pihak sponsor mengenai dan meminta penyelesaian kasus hingga tuntas. Kedua, mengawal ketat agar pihak sponsor segera mengidentifikasi pihak-pihak nan terlibat langsung pada kejadian tersebut agar dapat mempertanggungjawabkan secara penuh.
Ketiga, The Sounds Project melakukan pertimbangan internal untuk mematikan kejadian serupa tak terjadi lagi dalam penyelenggaraan aktivitas selanjutnya.
"Kami tidak pernah,dan tidak bakal pernah, menoleransi corak penistaan kepercayaan alias tindakan nan menyinggung SARA oleh pihak mana pun nan beraktivitas di area aktivitas kami, termasuk sponsor dan mitra kerja sama," tegas mereka.
Permintaan maaf MC
Sementara itu pemandu aktivitas alias MC di booth sponsor The Sounds Project yang terdapat challenge hafalan Ad-duha demi hadiah sebotol minuman itu telah meminta maaf secara terbuka.
Hal itu disampaikan lewat akun media sosial Threads, aqueer_, nan dimiliki Revnaldo Ega.
"Saya Ega, selaku MC booth Newport pada Minggu, 9 Agustus 2026, memohon maaf atas kejadian nan terjadi saat aktivitas berlangsung," kata dia, dikutip Selasa pagi ini.
"Kejadian tersebut merupakan tindakan spontan audiens dan tidak mengenai dengan pihak Newport. Saya mengakui kelalaian dalam mengendalikan situasi dan menjadikannya pembelajaran untuk lebih sigap dan bertanggung jawab ke depannya," imbuhnya, "Mohon maaf atas kegaduhan nan terjadi."
Hingga buletin ini ditulis, CNNIndonesia.com belum mendapatkan pernyataan resmi dari pihak sponsor booth Newport tersebut.
(kid/wis)
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·