Muhammad Kiandra Ramadhipa saat tampil pada putaran pertama Kejuaraan Dunia Moto3 Junior 2026 di Circuit de Barcelona-Catalunya, Spanyol, Minggu (24/5/2026).(ANTARA/HO-AHM)
PEMBALAP muda Indonesia, Muhammad Kiandra Ramadhipa, membeberkan rahasia di kembali podium tertinggi nan diraihnya pada putaran kedua Kejuaraan Dunia Moto3 Junior 2026 di Sirkuit Estoril, Portugal. Strategi manajemen ban nan jeli dan keahlian menjaga posisi di barisan depan menjadi kunci utama kemenangan berhistoris tersebut.
Dalam wawancara daring pada Senin (15/6), Ramadhipa mengakui bahwa balapan di Estoril akhir pekan lampau memberikan tantangan bentuk dan teknis nan berat. Suhu lintasan nan panas ekstrem memaksa para pembalap untuk tidak hanya adu cepat, tetapi juga adu strategi dalam menjaga daya tahan komponen motor.
“Balapan kemarin cukup susah lantaran cuaca cukup panas. Untuk mengatur pace cukup susah lantaran juga saling fight satu sama lain,” ujar pembalap berumur 16 tahun tersebut.
Manajemen Ban dan Antisipasi Red Flag
Ramadhipa menjelaskan bahwa dia sengaja tidak memacu motornya secara maksimal di awal lomba demi menyimpan performa ban untuk lap-lap krusial. Selain itu, dia memilih untuk tetap berada di golongan terdepan guna mengantisipasi kemungkinan munculnya bendera merah (red flag) nan bisa menghentikan balapan sewaktu-waktu.
“Strategi kemarin tentunya menghemat ban lantaran cuaca cukup panas untuk menyimpan di lap-lap terakhir. Saya juga mencoba stay di depan lantaran kemungkinan ada red flag,” tambahnya.
Memasuki putaran terakhir, Ramadhipa melancarkan serangan nan telah direncanakan. Ia memanfaatkan kelebihan motornya di lintasan lurus untuk melakukan manuver overtake di titik terkuatnya sebelum akhirnya menutup ruang bagi musuh di sektor terakhir menuju garis finis.
Data Performa Muhammad Kiandra Ramadhipa (Hingga Putaran Ke-2)
| Usia | 16 Tahun |
| Hasil Putaran 1 (Barcelona) | Podium 3 |
| Hasil Putaran 2 (Estoril) | Podium 1 (Juara) |
| Poin Klasemen | 51 Poin |
| Posisi Klasemen Sementara | Peringkat 2 |
Fokus Konsistensi
Kemenangan di Portugal ini membawa Ramadhipa melesat ke posisi kedua klasemen sementara Kejuaraan Dunia Junior Moto3 2026. Ia sekarang hanya terpaut tujuh poin dari pembalap asal Italia, Giulio Pugliese, nan memuncaki klasemen.
Meski mempunyai kesempatan besar untuk memperebutkan gelar juara bumi di musim perdananya, Ramadhipa memilih untuk tetap membumi. Ia menegaskan tidak mau memberikan tekanan berlebih pada dirinya sendiri dan lebih memilih konsentrasi mengumpulkan poin secara konsisten di setiap balapan.
“Target saya hanya mau finis setiap race dan mengumpulkan poin sebanyak mungkin. Saya tidak mau pressure diri saya sendiri,” pungkasnya. (Ant/Z-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·