Mu'ti soal Prabowo Ingin Anak SD Kuasai Bahasa Korea-Prancis: Hanya Pengenalan

Sedang Trending 50 menit yang lalu
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Muti di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menjelaskan maksud Presiden Prabowo Subianto mengenai rencana pembelajaran bahasa asing di tingkat sekolah dasar (SD).

Mu’ti menegaskan, bahasa asing seperti Mandarin, Korea, hingga Prancis tidak serta-merta menjadi mata pelajaran unik di SD, melainkan diperkenalkan kepada siswa.

“Jadi nan dimaksud itu bukan bahasa dalam pengertian sebagai mata pelajaran unik ya, tapi lebih pada pengenalan bahasa asing gitu, khususnya untuk nan SD,” ujar Mu’ti di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).

Menurut Mu’ti, kebijakan tersebut berbeda dengan bahasa Inggris. Bahasa Inggris nantinya menjadi mata pelajaran wajib bagi siswa SD mulai kelas 3 pada 2027.

“Kalau nan bahasa Inggris kan memang kelak tahun 2027 bahasa Inggris sudah menjadi mata pelajaran wajib mulai kelas 3 SD. nan bahasa Inggris,” tuturnya.

Sejumlah siswa belajar di ruang kelas darurat di SDN 05 Batang Anai, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Senin (20/4/2026). Foto: Fitra Yogi/ANTARA FOTO

Sementara itu, bahasa asing lainnya seperti Mandarin dan Arab tidak diposisikan sebagai mata pelajaran wajib. Mu’ti menyebut pengenalan bahasa-bahasa tersebut dapat dilakukan untuk memperluas wawasan siswa terhadap bahasa asing.

Mu’ti mengatakan pembelajaran bahasa asing selain bahasa Inggris sebenarnya telah diterapkan di sejumlah sekolah, terutama pada jenjang pendidikan nan lebih tinggi. Beberapa sekolah apalagi sudah mengajarkan bahasa Mandarin dan Korea kepada siswanya.

“Tapi untuk nan jenjang nan lebih tinggi, beberapa sekolah sudah melakukan itu. Beberapa sekolah kan sudah mengajarkan bahasa asing selain bahasa Inggris, juga ada bahasa Mandarin, bahasa Korea,” jelas Mu’ti.

Guru memberikan pengarahan kepada siswa pada hari pertama masuk sekolah di SDN 11 Marunggi, Pariaman, Sumatera Barat. Foto: Iggoy El Fitra/Antarafoto

Selain itu, kata Mu’ti, terdapat sejumlah negara nan menawarkan support berupa penyediaan tenaga pengajar untuk membantu pembelajaran bahasa asing di sekolah-sekolah Indonesia.

“Dan ada beberapa negara nan memang menawarkan untuk mereka menyediakan tenaga nan bisa membantu dalam pembelajaran bahasa asing sesuai dengan negaranya mereka masing-masing,” katanya.

Menurutnya, bahasa Inggris sudah menjadi bagian dari pembelajaran pada jenjang SMP dan SMA/SMK, apalagi menjadi salah satu mata ujian.

Namun, untuk jenjang SD, bahasa Inggris selama ini tetap berstatus sebagai mata pelajaran pilihan. Pemerintah kemudian bakal mengubah status tersebut sehingga bahasa Inggris menjadi mata pelajaran wajib mulai kelas 3 SD pada 2027.

“Tapi jika nan SD kan selama ini tetap pilihan. Nah, mulai tahun 2027 bahasa Inggris mulai kita ajarkan sebagai mata pelajaran wajib mulai kelas tiga,” pungkas dia.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Pengantar atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan saat Sidang Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2026-2027 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO

Prabowo Sebut Bahasa Asing Mulai Diajarkan dari SD

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan anak-anak sejak sekolah dasar (SD) kudu mulai diajarkan bahasa asing.

Menurutnya, keahlian berkata asing krusial untuk meningkatkan daya saing generasi muda Indonesia di tengah kebutuhan tenaga kerja global.

Prabowo mengatakan pembelajaran bahasa asing nantinya menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan pendidikan terbaik bagi anak-anak Indonesia. Dia menilai anak-anak bakal lebih sigap menguasai bahasa jika mulai belajar sejak usia dini.

“Pelajaran apa pun kita bakal kumpulkan guru-guru terbaik, termasuk bahasa asing. Bahasa asing absolut kudu kita kuasai, kita bakal mulai bahasa asing untuk anak-anak kita mulai dari SD,” ujar Prabowo saat Pidato Kenegaraan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).

Dia mengatakan pembelajaran tersebut apalagi bakal dimulai sejak siswa duduk di kelas 1 SD. Pemerintah, kata Prabowo, bakal mendorong anak-anak mempelajari sejumlah bahasa asing nan dianggap penting.

“SD kelas 1 mereka kudu mulai bahasa asing, bahasa-bahasa nan paling penting. Bahasa Inggris, Bahasa Mandarin, Bahasa Arab, Bahasa-bahasa juga Jepang Korea, Bahasa Spanyol, Bahasa Prancis,” katanya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan