PT MRT Jakarta menutup sementara akses Entrance A Bundaran HI serta Entrance C dan E Dukuh Atas.(Dok. Antara)
PT MRT Jakarta (Perseroda) melakukan penyesuaian operasional dengan menutup sementara sejumlah akses pintu masuk (entrance) di Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta dan Stasiun Dukuh Atas BNI pada Jumat (12/6). Langkah ini diambil menyusul adanya peningkatan kepadatan massa akibat tindakan unjuk rasa di area tersebut.
"Sehubungan dengan adanya peningkatan kepadatan di sekitar area Stasiun Dukuh Atas BNI dan Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta, dilakukan penyesuaian akses stasiun," ujar Pelaksana harian (Plh.) Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta (Perseroda), Franky Ertanto, dilansir drai Antara, Jumat (12/6).
Adapun titik akses nan mengalami penutupan sementara meliputi:
- Stasiun Dukuh Atas BNI: Entrance C dan E.
- Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta: Entrance A.
Meski terjadi penutupan di beberapa titik akses, Franky menegaskan bahwa jasa perjalanan kereta MRT Jakarta tetap beraksi secara normal. Pengguna jasa tetap dapat menggunakan akses masuk dan keluar lainnya nan tidak terdampak di kedua stasiun tersebut.
"Layanan perjalanan MRT Jakarta tetap beraksi normal. Pelanggan dapat menggunakan akses masuk dan keluar stasiun lainnya nan tersedia serta mengikuti pengarahan petugas di lapangan," tambahnya.
Di sisi lain, Polda Metro Jaya menyatakan bahwa sterilisasi area Bundaran HI dari aktivitas unjuk rasa dilakukan berasas kajian teknis dan kajian akibat sosial. Kawasan tersebut merupakan objek vital ekonomi nasional dan pusat perhotelan internasional nan kudu dijaga stabilitasnya.
Pihak kepolisian merujuk pada Pergub DKI Jakarta No. 232 Tahun 2015 dan UU No. 9 Tahun 1998 dalam mengatur ketertiban umum. Sebagai alternatif, massa pengunjuk rasa diarahkan ke tiga letak resmi, ialah Silang Selatan Monas, Parkir Timur Senayan, dan Alun-Alun Demokrasi DPR/MPR RI. (Ant/Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·