Ilustrasi.(Al Jazeera)
PERDANA Menteri India Narendra Modi kemungkinan besar bakal berjumpa dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 pekan depan. Pertemuan ini bakal menjadi hubungan tatap muka pertama kedua pemimpin sejak hubungan mereka mendingin akibat perselisihan mengenai Pakistan setahun nan lalu.
Menurut pejabat di New Delhi nan mengetahui masalah tersebut, kedua pemimpin dijadwalkan menghadiri KTT G7 nan berjalan pada 15-17 Juni di Évian-les-Bains, Prancis. Meski pertemuan bilateral umum belum diumumkan secara resmi dan rencana kontak tetap dalam tahap finalisasi, para pejabat sedang menjajaki kemungkinan pertemuan di sela-sela agenda utama.
Ketegangan Diplomatik dan Isu Pakistan
Hubungan antara Modi dan Trump sempat mencapai titik terendah setelah bentrok militer singkat antara India dan Pakistan. Trump berulang kali mengeklaim bahwa dirinya membantu menengahi gencatan senjata antara kedua negara.
Pernyataan Trump itu dibantah keras oleh New Delhi. Sejak saat itu, Presiden AS tersebut justru membangun hubungan individual nan kuat dengan para pemimpin Pakistan.
Selain rumor geopolitik, ketegangan juga dipicu oleh kebijakan ekonomi. Tahun lalu, Trump memberlakukan tarif sebesar 50% pada barang-barang India sebagai balasan atas halangan perdagangan dan keputusan India membeli minyak dari Rusia. Meskipun tarif tersebut diturunkan awal tahun ini, kedua negara tetap dalam proses negosiasi kesepakatan perdagangan baru.
Upaya Memperbaiki Hubungan
Meskipun terjadi ketegangan, ada tanda-tanda upaya rekonsiliasi. Keduanya berbincang melalui telepon beberapa kali dalam beberapa bulan terakhir. Trump apalagi memberikan pujian kepada Modi melalui unggahan di media sosial pada Rabu (10/6), mengucapkan selamat atas masa kedudukan panjang Modi sebagai perdana menteri.
"Dia pemimpin nan hebat! Dia laki-laki nan kuat, sehat, dan bijaksana, dan bakal mempunyai tahun-tahun kehebatan serta kesuksesan di masa depan!" tulis Trump.
Konteks Strategis:
Bulan lalu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio melakukan kunjungan tiga hari ke India dan menyebut negara Asia Selatan tersebut sebagai salah satu mitra strategis terpenting bagi Amerika Serikat.
Signifikansi Pertemuan di Prancis
Para pejabat memperkirakan pertemuan di Prancis mendatang mungkin tidak bakal menghasilkan terobosan besar secara instan. Namun, signifikansi utamanya terletak pada upaya kedua pemimpin untuk mengatur ulang nada hubungan bilateral nan oleh kedua pemerintah digambarkan sebagai hubungan nan sangat krusial alias sangat penting.
Hingga saat ini, Kementerian Luar Negeri India belum memberikan tanggapan resmi mengenai perincian pertemuan tersebut. Sementara itu, Kedutaan Besar AS di New Delhi mengarahkan pertanyaan kepada Gedung Putih, nan juga menolak memberikan komentar lebih lanjut mengenai rencana tersebut. (Bloomberg/I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·