Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie menegaskan bahwa diplomasi ekonomi menjadi kunci penguatan perdagangan dan investasi di tengah dinamisnya geopolitik. Pasalnya, diplomasi ekonomi ini bukan hanya menghasilkan kerja sama government-to-government (G2G), melainkan juga business-to-business (B2B).
Sebagai contoh, kesuksesan diplomasi ekonomi bisa dilihat dari hasil kunjungan kerja Kadin ke Prancis beberapa waktu lalu. Kunjungan tersebut menghasilkan high level business council nan mengumpulkan beragam perusahaan dengan kapitalisasi pasar mencapai US$ 280 miliar sekaligus Memorandum of Understanding (MoU) senilai US$3,5 miliar serta kesepakatan upaya lain di atas US$11,5 miliar nan ditandatangani pada 2025.
Melalui beragam kesepakatan upaya tersebut, Kadin berbareng pemerintah berfokus untuk meningkatkan perdagangan dan investasi sekaligus mendorong upaya di seluruh penjuru negeri.
"Sekarang, kita semua tahu bahwa investasi asing langsung di Indonesia sekitar US$ 60 miliar dan selama kunjungan kenegaraan Prancis-Indonesia ini, nan bukan hanya sekali, tetapi sudah 15 kali, nan merupakan sekitar 24% dari FDI tahunan. Jadi, inilah nan telah kita lakukan dengan satu negara, Prancis," ungkap Anindya dalam Kadin Diplomatic Economic Breakfast Meeting di Jakarta, Jumat (12/6/2026).
Tidak hanya dengan Prancis, Anindya mengatakan pihaknya juga bakal menjajaki hubungan baik dengan banyak negara lain. Terlebih, saat ini Kementerian Luar Negeri tengah membentuk bagian baru, ialah Direktur Jenderal Diplomasi Ekonomi.
"Ini adalah contoh nan sangat baik tentang gimana pemerintah mendorong diplomasi ekonomi ini ke depan. Kami juga mau melaporkan bahwa untuk mengimbangi Pak Presiden dan Pak Menlu, kami kudu membentuk KADIN-GEO, Kantor Keterlibatan Global. Karena ini mungkin salah satu saat di mana kita memandang pemerintah betul-betul mau terlibat secara global," terang dia.
Dalam konteks tersebut, Kadin bakal tetap berfokus di ranahnya, ialah perdagangan dan investasi. Hal ini menjadi krusial lantaran setelah pergi ke banyak tempat di luar negeri, Kadin mau membawa lapangan pekerjaan saat kembali ke Indonesia. Pada dasarnya, Kadin mau menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di dalam negeri.
Anindya melanjutkan, ada beberapa sektor utama nan mesti jadi penguatan kerja sama ekonomi dan investasi Indonesia dengan penanammodal asing. Di antaranya adalah transisi energi, pangan, teknologi, hingga pariwisata.
"Tentu tidak lupa bahwa Indonesia itu tadi disebut juga pariwisatanya krusial untuk ditingkatkan lantaran sudah ada di depan mata. Apalagi, dengan melemahnya sementara rupiah ini justru harusnya bisa menjadi momentum untuk meningkatkan pariwisata di Bali dan di luar Bali," pungkas dia.
(luc/luc)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·