Jakarta -
MPR RI mengusulkan tambahan anggaran 2027 sebesar Rp 972 miliar. Anggaran tersebut bakal digunakan untuk forum serap aspirasi kebangsaan hingga sosialisasi empat pilar.
Hal itu disampaikan oleh Sekjen Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XIII DPR RI, di gedung DPR, Jakarta, Senin (15/6/2026). MPR mendapat pagu sugestif untuk anggaran 2027 sebesar Rp 945.577.879.000 (Rp 945 miliar).
"MPR memperoleh pagu sugestif di tahun 2027 sebesar Rp 945.577.879.000 (Rp 945 miliar) dengan alokasi program penyelenggaraan lembaga legislatif dan perangkat kelengkapan sebesar Rp 556.117.220.000 (Rp 556 miliar) dan program support manajemen sebesar Rp 379.440.659.000 (Rp 379 miliar)," kata Siti dalam rapat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihaknya pun mengusulkan adanya tambahan anggaran sebesar Rp 972 miliar ke Komisi XIII DPR. Ia menyebut anggaran Rp 50 miliar bakal digunakan untuk forum aspirasi kebangsaan ketua MPR.
"Maka MPR bakal mengusulkan usulan tambahan anggaran di tahun 2027 sebesar Rp 972.915.302.000 (Rp 972 miliar), ialah untuk penyelenggaraan tugas ketua MPR sebesar Rp 50.980.105.000 (Rp 50 miliar) nan terdiri dari aktivitas forum serap aspirasi kebangsaan ketua MPR berbareng ormas dan civitas akademika sebanyak 5 kali, silaturahmi kebangsaan sebanyak 1 kali, safari kebangsaan ketua MPR sebanyak 12 kali, dan penguatan nasionalisme generasi muda," katanya.
Tambahan alokasi anggaran juga bakal digunakan untuk sosialisasi empat pilar seluruh anggota. Termasuk adanya anggaran untuk pengkajian kemajelisan.
"Lalu tambahan juga dialokasikan untuk penyelenggaraan sosialisasi empat pilar dengan usulan tambahan sebesar Rp 362.793.412.000 (Rp 362 miliar), ialah untuk aktivitas sosialisasi empat pilar untuk seluruh personil sebanyak 7 kali, lantaran dengan anggaran nan ada baru bisa terlaksana 5 kali dari sosdapil. Lalu sosialisasi empat pilar oleh ketua MPR dan perangkat kelengkapan," ujar Siti.
"Dan tambahan juga diperuntukkan untuk pengkajian kemajelisan sebesar Rp 111 miliar, ialah diperuntukkan adalah untuk penyerapan aspirasi masyarakat untuk seluruh personil sebanyak 3 kali lantaran jika untuk di anggaran nan ada itu belum ada. Jadi biasanya ada 1 kali, nah ini belum ada jadi kami minta tambahan untuk 3 kali aktivitas untuk seluruh anggota," tambahnya.
Ia menyebut tambahan anggaran itu juga diperuntukan bakal aktivitas sarasehan kebangsaan. MPR juga menganggarkan penyelenggaraan tugas konstitusional di nomor Rp 194 miliar.
"Sehingga andaikan usulan tambahan di 2027 tersebut disetujui, maka total anggaran di 2027 sebesar Rp 1.918.493.000.000 (Rp 1,9 triliun). Kami menambahkan hanya untuk aktivitas untuk anggota, sedangkan untuk program di support manajemen kami sama sekali tidak meminta tambahan," imbuhnya.
(dwr/amw)
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·