MPR RI mulai mendistribusikan undangan untuk menghadiri Sidang Tahunan MPR pada Jumat (14/8) kepada para mantan presiden dan mantan wakil presiden mulai Senin (10/8). Undangan juga bakal diberikan kepada ketua umum partai politik.
Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengatakan pengedaran undangan tersebut bakal dilakukan mulai awal pekan depan. Namun, teknis pembagian tugas untuk menyampaikan undangan tetap dibahas berbareng DPD RI sebagai pihak nan menjadi penyelenggara acara kenegaraan tersebut.
"Mulai Senin sudah didistribusikan ke mantan-mantan wakil presiden dan termasuk para mantan presiden, termasuk ketua umum partai politik," kata Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (8/8).
Muzani mengatakan ketua MPR juga tetap mengecek kesiapan undangan pada hari ini. Setelah undangan siap, ketua MPR dan DPD bakal membagi tugas untuk menyampaikannya kepada para tokoh nan diundang.
Dia menyebut pembagian tugas kemungkinan dilakukan antara ketua MPR dan DPD. MPR juga berambisi seluruh mantan presiden dan mantan wakil presiden dapat menghadiri Sidang Tahunan MPR.
Terkait kehadiran tiga mantan presiden, Muzani mengatakan pihaknya belum dapat memastikan siapa saja nan bakal datang dalam pidato tahunan tersebut.
"Belum, lantaran kita belum tahu ya kita belum. Nanti, kelak bakal kami kabari siapa nan bakal datang dan siapa nan berhalangan. Mudah-mudahan bisa datang semuanya," kata dia.
Selain mantan presiden dan mantan wakil presiden, MPR juga mengundang ketua umum partai politik. Muzani memastikan tidak ada tokoh negara lain maupun ketua parlemen negara lain nan bakal diundang dalam agenda tersebut.
"Tidak ada. Termasuk ketua parlemen lain juga nggak ada kita undang," jelasnya.
Sidang Tahunan MPR dijadwalkan berjalan pada Jumat (14/8). Dalam agenda tersebut, Presiden Prabowo Subianto bakal menyampaikan pidato kenegaraan.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·