Motif Pria Lempar Molotov ke 2 Pos Lantas Surabaya: Sakit Hati Ditilang

Sedang Trending 49 menit yang lalu
Kondisi usai diduga pelemparan peledak molotov ke Pos Polisi Lalu Lintas A. Yani Margorejo di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Gayungan, Surabaya, Sabtu (15/8/2026). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Polisi menangkap seorang laki-laki berinisial Yudha alias YGM pelaku pelemparan peledak molotov ke Pos Lantas Margorejo dan Pos Lantas Bundaran Waru, Surabaya. Aksi tersebut terjadi pada Sabtu (15/8) malam dan menyebabkan seorang personil kepolisian terluka.

Pelaku diketahui bekerja sebagai pengemudi ojek online (ojol). Ia mengaku melempar molotov lantaran sakit hati setelah ditilang polisi.

"Iya, lenyap ditilang. (Sama) ada nan lapor penduduk ada orang (gila) kok gak ditilang," kata YGM dalam unggahan di akun IG Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, @luthfie.daily.

Pria berumur 30 tahun itu mengaku melempar dua peledak molotov ke dua pos lampau lintas tersebut.

Ia mengatakan molotov tersebut dibuat menggunakan botol minuman daya dan bensin. Namun, salah satu lemparan tidak sampai masuk ke dalam ruangan pos polisi dan hanya mengenai bagian pintu depan.

"Pakai bensin. nan satu nggak tembus, melenceng. Satu dinyalain langsung (lempar). Kayak game PUBG," kata dia.

Sementara itu, berasas rekaman CCTV di sekitar lokasi, pelaku sempat mondar-mandir di sekitar pos selama dua hari sebelum melakukan pelemparan molotov.

"Dia sekitar dua hari nan lampau bolak-balik di Pos Margorejo tadi. Berhenti, nggak pakai helm, merokok, mengejek-ejek. Ciri-cirinya di CCTV sama," ujar seorang personil polisi dalam video tersebut.

Saksi juga mengatakan pelaku belakangan ini memendam kekesalan hingga akhirnya melakukan tindakan pelemparan molotov.

"Pas ditilang memang nggak terima dia. Akhir-akhir ini ada nan nantang dan menyebalkan gitu merokok sengaja nggak pakai helm gitu. Terus pengakuan dari petugas KAI 'aku lihat Vario, pakai helm masuk ke pospolnya'," ujar saksi.

Saat ini, YGM tetap menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk mendalami motif dan rangkaian tindakan pelemparan molotov tersebut.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan