Moody's-Fitch Kasih Nilai Negatif ke Ekonomi RI, Purbaya: Mereka Offside!

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Tangerang -

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku bingung saat lembaga pemeringkat global, seperti Moody's dan Fitch Ratings mengeluarkan outlook angsuran alias prospek ranking utang Indonesia jadi negatif. Padahal, menurutnya data-data parameter perekonomian Indonesia menunjukkan kondisi nan baik-baik saja.

"Saya sudah bingung tuh waktu Moody's ngeluarin outlook negatif, terus nggak lama Fitch juga outlook-nya negatif. Padahal, saya sudah jelasin macam-macam, wah bahwa kita bagus, segala macam," ujar Purbaya dalam aktivitas GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS), ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Selasa (4/8/2026).

Purbaya menjelaskan rupanya kedua lembaga pemeringkatan tersebut mengambil langkah nan kelewatan, dia menyebut dua lembaga tersebut offside.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, lembaga-lembaga pemeringkat tersebut merilis asesmen sebelum info resmi pertumbuhan ekonomi kuartal pertama 2026 diumumkan. Lalu saat info tersebut diumumkan, rupanya ekonomi Indonesia bisa tumbuh baik di nomor 5,6%, Purbaya menilai Moody's dan Fitch salah menghitung.

"Rupanya mereka offside lantaran mereka keluarkan itu sebelum nomor triwulan pertama keluar. Begitu nomor triwulan pertama keluar 5,6%, harusnya terlihat betul mereka salah ukur ekonomi kita," jelas Purbaya.

Berbeda dengan Moody's dan Fitch, Purbaya menyebut S&P Global Ratings mengambil tindakan nan berbeda. S&P Global Ratings disebutnya melakukan obrolan mendalam mengenai instrumen kebijakan fiskal, moneter, hingga arah kebijakan strategis di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

"S&P tidak mengulangi konklusi nan sama. Dia diskusikan dengan kita dengan perincian dan memandang kebijakan fiskal seperti apa, moneter seperti apa, kebijakan Pak Prabowo seperti apa. Akhirnya mereka bisa memandang memang kita bergerak ke arah nan betul," imbuh Purbaya.

(rea/hal)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance