Ilustrasi.(Antara)
AKTIVITAS penukaran kurs asing (valas) di Kota Batam mengalami peningkatan signifikan dalam sepekan terakhir. Sejumlah gerai penukaran duit (money changer) di area pusat upaya dan perdagangan dipadati masyarakat nan mau menukarkan mata duit asing untuk beragam keperluan, mulai dari perjalanan luar negeri, bisnis, hingga investasi.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean pengguna mulai memenuhi area pelayanan sejak pagi hari. Salah satu titik nan mengalami lonjakan drastis adalah 5T Money Changer (PT Lima Triniti Valasindo & PT Lima Triniti Remiten). Mayoritas pengguna melakukan transaksi untuk mata duit dolar Amerika Serikat (USD), dolar Singapura (SGD), dan ringgit Malaysia (MYR).
Alin, 25, salah seorang pegawai di 5T Money Changer, mengungkapkan bahwa lonjakan volume transaksi mulai terasa sejak awal pekan dan mencapai puncaknya menjelang akhir pekan ini. Menurutnya, banyak penduduk nan memanfaatkan momentum perubahan nilai tukar untuk mendapatkan kurs nan dianggap menguntungkan.
"Dalam beberapa hari ini, transaksi meningkat tajam dibandingkan hari biasa. Banyak pengguna datang sejak pagi untuk menukarkan mata duit asing, terutama dolar Singapura dan dolar Amerika Serikat," ujar Alin saat ditemui di sela-sela aktivitas pelayanan, Minggu (7/6/2026).
Faktor Pendorong Lonjakan Valas
Tingginya aktivitas transaksi ini tidak lepas dari posisi strategis Batam nan berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia. Selain kebutuhan perjalanan wisata pada musim liburan, banyak pelaku upaya nan memerlukan valas untuk mendukung aktivitas perdagangan internasional di area Free Trade Zone (FTZ) tersebut.
Putra, 37, salah seorang pelanggan, mengaku kudu datang lebih awal sebelum jam operasional dimulai demi menghindari antrean panjang. "Saya berencana menukarkan rupiah ke dolar Singapura untuk keperluan perjalanan keluarga. Biasanya tidak seramai ini, tetapi tadi pagi sudah banyak nan menunggu," katanya.
Analisis Pengamat:
Pengamat ekonomi lokal, Jontro S, 44, menilai kejadian ini sebagai perihal nan lazim saat terjadi pergerakan kurs nan dinamis. Ia menyebut bahwa permintaan valas di Batam condong stabil dan tinggi lantaran didorong oleh tiga aspek utama: aktivitas wisata, perdagangan internasional, dan investasi asing.
Optimalisasi Pelayanan
Menyikapi lonjakan ini, sejumlah pengelola money changer mulai melakukan langkah antisipasi dengan menambah jumlah petugas di loket pelayanan serta mengoptimalkan proses verifikasi transaksi. Hal ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan ketelitian penghitungan di tengah arus pengguna nan padat.
Hingga Minggu sore, arus pengguna di pusat-pusat penukaran duit di Batam terpantau tetap ramai. Para pelaku upaya memperkirakan permintaan valas bakal tetap tinggi dalam beberapa waktu ke depan, seiring dengan masuknya periode libur sekolah dan peningkatan mobilitas perjalanan internasional.
Masyarakat diimbau untuk tetap teliti dalam melakukan transaksi dan selalu memantau pergerakan kurs resmi agar mendapatkan nilai tukar nan kompetitif di tengah pasar kurs asing nan dinamis. (I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·