ilustrasi(Antara)
Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai keputusan Bank Indonesia (BI) meningkatkan suku kembang (BI-Rate) sebesar 25 pedoman poin (bps) hari ini sudah tepat. Menurutnya perihal itu perlu dilakukan di tengah pelemahan mata duit rupiah nan sempat menyentuh Rp18.200 per dolar AS.
Sebagai informasi, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia memutuskan untuk kembali meningkatkan BI-Rate sebesar 25 pedoman poin (bps) menjadi 5,50%, suku kembang deposit facility sebesar 25 bps menjadi 4,50%, dan suku kembang Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,25%.
"Momentumnya sangat bagus sekali, disebabkan oleh tensi geopolitik sedikit mereda akibat pernyataan dari Trump untuk tidak adanya saling serang antara Israel dan Iran," ujar Ibrahim dalam keterangannya, Selasa (9/6).
Ia menyebut kenaikan suku kembang ini bermaksud untuk menstabilkan mata duit rupiah dan menjaga inflasi.
"Karena kita memandang bahwa inflasi kemungkinan besar setiap bulan, bulan ini pun, juga kemungkinan bakal mengalami kenaikan lantaran akibat dari kenaikan harga-harga barang-barang impor," ungkap Ibrahim.
"Nah, kebijakan Bank Indonesia ini sudah cukup bagus dengan kenaikan suku bunga. Tinggal gimana kebijakan-kebijakan pemerintah agar bersama-sama dengan Bank Indonesia untuk menstabilkan mata duit rupiah," imbuhnya.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sempat dibuka menguat pada perdagangan Selasa pagi (9/6). Berdasarkan info pasar nan dihimpun pada Selasa pagi, rupiah hari ini bergerak menguat 54 poin alias 0,29 persen ke posisi Rp18.134 per dolar AS. Sebelumnya, pada penutupan perdagangan hari Senin, rupiah berada di level Rp18.188 per dolar AS.
Namun Ibrahim menilai penguatan mata duit rupiah ini hanya berkarakter sementara. Pasalnya, kata dia, belum ada satu kepastian tentang fiskal nan tetap defisit mendekati 3%.
"Ini nan kudu diperhatikan oleh pemerintah. Bank Indonesia sudah all out dalam melakukan intervensi di pasar. Baik pasar internasional, pasar domestik, obligasi, kurs asing, apalagi sudah meningkatkan 75 pedoman poin," ujarnya.
Sebelumnya dia memperkirakan sampai akhir tahun BI kemungkinan hanya meningkatkan suku kembang 100 pedoman poin.
"Tetapi pada saat hari ini sudah total 75 pedoman poin, ada kemungkinan besar jika kondisi dunia tetap memburuk, kemungkinan besar Bank Indonesia sampai akhir tahun bakal meningkatkan suku kembang 200 pedoman poin, bisa di 2%. Kalau seandainya sekarang di 75 pedoman poin, tetap ada kekurangan 125 pedoman poin," pungkasnya. (E-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·