Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto, bertolak menuju Vladivostok, Rusia, Selasa, 1 September 2026. Prabowo diagendakan menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 sebagai tamu kehormatan utama nan digelar di Far Eastern Federal University (FEFU).
Prabowo berbareng rombongan terbatas lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 23.20 WIB.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan Presiden Prabowo diundang secara unik oleh Presiden Rusia Vladimir Putin menjadi tamu kehormatan utama EEF.
Menurut dia, kehadiran Prabowo menunjukkan semakin eratnya hubungan Indonesia- Rusia sekaligus posisi strategis Indonesia nan semakin diperhitungkan di area Asia-Pasifik dan dunia.
"Presiden Putin secara unik mengundang Bapak Presiden Prabowo sebagai tamu kehormatan utama EEF. Ini merupakan gambaran hubungan erat Indonesia dan Rusia nan terus dibangun dan diperkuat melalui diplomasi langsung kedua pemimpin," jelas Teddy dalam keterangannya, Rabu (2/9/2026).
"Ini kali kedua Presiden Prabowo dipercaya menjadi tamu kehormatan dalam forum ekonomi internasional nan diselenggarakan oleh Rusia, setelah sebelumnya pada tahun lampau datang dalam St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF)," sambungnya.
Teddy mengatakan Rusia menempatkan Indonesia sebagai salah satu mitra krusial dan strategis di area Asia-Pasifik. Indonesia juga dipandang sebagai personil ASEAN nan mempunyai peran penting, sekaligus salah satu representasi utama Global South dan bumi Muslim.
"Indonesia dipandang Rusia sebagai salah satu mitra utama dan strategis di Asia-Pasifik, personil ASEAN nan dihormati, serta salah satu negara krusial nan merepresentasikan Global South dan bumi Muslim. Ini menunjukkan posisi strategis Indonesia dalam percaturan global," tutur Teddy.
Menurut dia, kehadiran Prabowo di Vladivostok juga bakal dimanfaatkan untuk mendorong kerja sama bilateral nan semakin konkret dan saling menguntungkan antara Indonesia dan Rusia. Khususnya di bagian ekonomi, perdagangan, investasi, energi, dan sektor strategis lainnya.
"Politik luar negeri Indonesia tetap bebas aktif. Bapak Presiden Prabowo membangun hubungan baik dengan semua negara, memperluas persahabatan, sekaligus memastikan diplomasi Indonesia menghasilkan faedah konkret bagi kepentingan nasional dan kesejahteraan rakyat," jelas Teddy.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·