Mohamed Salah(AFP/Glyn KIRK)
LANGKAH berhistoris akhirnya ditorehkan tim nasional Mesir di panggung Piala Dunia. Sempat tertinggal lebih dulu, tim berjuluk the Pharaohs tersebut bangkit pada babak kedua untuk membungkam Selandia Baru dengan skor 3-1 dalam laga lanjutan Grup G di Vancouver, Senin (22/6).
Kemenangan perdana sepanjang sejarah keikutsertaan Mesir di putaran final Piala Dunia ini sekaligus melambungkan posisi mereka ke puncak klasemen sementara dengan koleksi empat poin.
Laga itu sekaligus menjadi panggung pembuktian bagi sang kapten, Mohamed Salah. Penyerang berumur 34 tahun tersebut mencetak gol penentu pada menit ke-67 nan membalikkan keadaan, sekaligus mengubah narasi besar mengenai posisinya dalam sejarah sepak bola Mesir.
Selama ini, Salah kerap dibanding-bandingkan dengan generasi emas Mesir periode 2006-2010 nan meraih tiga gelar Piala Afrika beruntun, lantaran dia belum pernah mempersembahkan trofi kontinental dan sebelumnya kandas menyumbang kemenangan di putaran final Piala Dunia.
Pada turnamen kali ini, pembimbing Hossam Hassan menerapkan strategi berbeda dengan menempatkan Salah di area tengah demi meningkatkan keterlibatannya dalam permainan.
Pendekatan itu sempat buntu pada babak pertama setelah Selandia Baru mencuri kelebihan lewat sundulan Finn Surman memanfaatkan situasi rapatnya pertahanan.
Gol Surman tersebut apalagi tercatat sebagai gol keenam dari pemain Major League Soccer (MLS) di jenis Piala Dunia kali ini, sebuah rekor tersendiri bagi liga tersebut.
Melihat kebuntuan di paruh pertama, Hassan mengubah strategi usai jarak dengan mendorong Salah bermain lebih tinggi mendekati posisi penyerang tengah.
Perubahan ini terbukti jitu. Mesir langsung menyamakan kedudukan melalui sundulan Mostafa Ziko nan memanfaatkan umpan silang Mohamed Hany.
Tidak lama berselang, giliran Salah nan mencatatkan namanya di papan skor setelah melakukan kerja sama satu-dua dengan Ziko dan melepaskan tembakan melengkung unik dengan kaki kirinya.
Salah pula nan kemudian mengirimkan umpan matang untuk gol penutup dari pemain pengganti, Trezeguet.
Keberhasilan memutus tren negatif di penampilan keempat Piala Dunia ini disambut emosional oleh para pendukung. Salah tidak dapat menyembunyikan kegembiraannya atas pencapaian monumental ini.
"Di tahun-tahun mendatang kita bakal mengingat bahwa ini adalah salah satu pencapaian dalam sejarah," ujar Salah dikutip dari AFP.
Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada atmosfer luar biasa nan dihadirkan para suporter di stadion.
"Rasanya seperti kami sedang bermain di Mesir. Ini adalah kemenangan nan luar biasa dan atmosfer nan sangat hebat," lanjut Salah.
Kemenangan ini membuka lebar-lebar kesempatan Mesir untuk melangkah ke babak 32 besar untuk pertama kalinya.
Mereka sekarang hanya memerlukan hasil seri pada laga pamungkas melawan Iran di Seattle, Jumat mendatang. Sebaliknya, kekalahan ini membikin Selandia Baru berada di periode eliminasi menjelang pertandingan terakhir mereka melawan Belgia.(H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·