Industri intermezo Hollywood kini tengah menghadapi ancaman siber baru nan rapi dan manipulatif. Sejumlah figur publik terkenal dilaporkan menjadi korban dari skema penipuan terorganisasi nan menggunakan kedok undangan wawancara podcast palsu.
Dengan memanfaatkan kecanggihan kepintaran buatan, para penipu sukses menyamar sebagai podcaster ternama dan mengelabui targetnya dengan riset pekerjaan nan sangat mendalam. Dilansir The Hollywood Reporter, kasus ini mulai terungkap setelah beberapa nama besar seperti pembawa aktivitas SiriusXM Seth Rudetsky dan penulis komedi veteran Bruce Vilanch membagikan pengalaman mereka nan terjebak dalam pusaran penipuan ini.
Modus operandi nan digunakan pun beragam, mulai dari pemerasan duit dengan kedok bantuan hingga pembajakan akun media sosial secara ilegal. Penipuan ini melangkah sangat mulus lantaran para pelaku tidak lagi menggunakan metode random nan mudah dideteksi.
Mereka menyusun draf undangan wawancara dengan mencantumkan perincian pekerjaan korban nan sangat spesifik. Saat Seth Rudetsky menerima undangan untuk datang di aktivitas podcast milik komedian Nikki Glaser, dia sama sekali tidak meletakkan berprasangka lantaran email tersebut menyebut proyek Broadway miliknya serta kolaborasinya dengan Sara Bareilles.
Ditambah lagi, pihak pengirim menawarkan penghasilan berkisar antara 4.000 hingga 5.000 dolar AS untuk penampilannya tersebut. Rudetsky mengakui bahwa kemiripan style bahasa dan perincian info di dalam email itu membuatnya langsung percaya tanpa ragu. “Semua perihal spesifik tentang pekerjaan saya ada di sana,” kata Rudetsky.
“Saya langsung berpikir, ya ampun, mereka betul-betul mengetahui karya saya.”
Kerugian Finansial dan Pembajakan Akun Media Sosial
Dalam kasus Bruce Vilanch, dia dihubungi oleh pihak nan mengaku sebagai Terry Gross, pembawa aktivitas legendaris Fresh Air dari jaringan radio NPR. Pelaku memanipulasi Vilanch dengan meminta sejumlah duit bantuan, menggunakan argumen bahwa pemerintah telah memotong biaya operasional lembaga penyiaran publik non-profit tersebut.
Vilanch sempat merasa asing dengan permintaan tersebut, tetapi lantaran komunikasi nan terjalin sebelumnya terasa sangat meyakinkan, dia akhirnya mengirimkan duit nan diminta. Penipuan baru terbongkar saat sesi wawancara online dijadwalkan, di mana Vilanch justru dihubungkan dengan seorang laki-laki asing berjulukan Mike, bukan Terry Gross. Menyadari ada nan tidak beres, Vilanch segera memutuskan sambungan dan langsung menghubungi stasiun radio WHYY di Philadelphia untuk melaporkan kejadian tersebut.
Sementara itu, Rudetsky mengalami kerugian dalam corak lain. Alih-alih uang, pelaku nan menyamar sebagai manajer Nikki Glaser mengarahkannya ke sebuah sesi Zoom untuk melakukan pengaturan teknis Facebook Live. Melalui serangkaian petunjuk teknis nan rumit, pelaku sukses mengambil alih akses laman FB pribadi milik Rudetsky dan mengunci akunnya secara total sebelum akhirnya korban sukses memulihkannya kembali.
Gelombang Ancaman Siber nan Terus Berlanjut
Tidak lama setelah kejadian Nikki Glaser, Rudetsky kembali menerima undangan serupa nan kali ini mengatasnamakan podcast milik aktris Amy Poehler. Beruntung, lantaran Rudetsky mengenal Poehler secara pribadi, dia langsung melakukan konfirmasi dan mendapati bahwa undangan tersebut sepenuhnya palsu.
Menanggapi kejadian ini, baik Vilanch maupun Rudetsky merefleksikan gimana mereka nan merasa cukup melek teknologi pun bisa dengan mudah teperdaya oleh social engineering semacam ini.
Vilanch menyebut bahwa kecanggihan AI sekarang bisa meniru style bicara dan persiapan matang seorang wartawan ahli seperti Terry Gross dengan sangat presisi. “Sekarang saya merasa tidak terlalu tolol lantaran mereka mungkin menggunakan AI untuk melakukan semua riset nan saya kira dikerjakan secara manual,” pungkas Vilanch.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·