Modal Mitsubishi Xforce Hybrid Main di Segmen SUV yang Sesak

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Mitsubishi Xforce HEV di GIIAS 2026 ICE BSD, Tangerang. Foto: MMKSI

Klaim jarak tempuh lebih dari 1.000 kilometer dalam sekali pengisian penuh tangki bukan lagi sesuatu nan eksklusif di segmen SUV hybrid. Sejumlah model di kelas nan sama juga menawarkan efisiensi serupa.

PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) pun menyadari perihal tersebut. Karena itu, perusahaan menilai daya tarik Mitsubishi Xforce Hybrid tidak hanya terletak pada nomor konsumsi bahan bakar, tetapi juga pada karakter sistem hybrid nan diklaim berbeda dibanding kompetitor.

Mobil New Xforce HEV dipamerkan di booth Wuling pada gelaran GIIAS 2026, ICE BSD, Tangerang, Banten, Rabu (29/7). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Director of Sales & Marketing Division MMKSI Irwan Kuncoro mengatakan, persaingan di segmen compact SUV saat ini memang semakin ketat dengan hadirnya beragam merek dan teknologi baru. Namun, menurutnya, Mitsubishi mempunyai sejumlah modal nan membikin Xforce Hybrid bisa bersaing.

"Kalau satu tangki bisa 1.000 kilometer saja tentu tidak cukup, lantaran mungkin merek lain juga bisa. Tapi hybrid Mitsubishi berbeda dengan hybrid brand lain. Lalu fiturnya juga sudah cukup lengkap, kemudian dari aspek performa dan kenyamanan juga diakui konsumen nan sudah melakukan test drive," ujar Irwan saat ditemui di GIIAS 2026.

instagram embed

Ia menambahkan, kepercayaan diri Mitsubishi juga datang dari aspek di luar produk, mulai dari jaringan purnajual, garansi, hingga reputasi merek nan telah datang selama lebih dari lima dasawarsa di Indonesia.

"Produk bukan satu-satunya pertimbangan. Ada aftersales, garansi, kemudian brand Mitsubishi nan sudah 55 tahun di Indonesia. Itu menjadi modal kami lantaran konsumen sudah mempunyai kepercayaan terhadap reputasi kami," katanya.

Kita beberapa kali memang masuk belakangan, tapi memang faktanya produk Mitsubishi bisa diterima di market.

Kemudian dari aspek teknis, Brand Ambassador Mitsubishi Motors Indonesia Rifat Sungkar bilang Xforce Hybrid mengandalkan sistem mekanis baru berupa transaxle dua percepatan, nan membikin pengedaran tenaga dan mesin berjalan lebih halus, sekaligus membikin kerja hybrid lebih efisien di beragam kondisi.

"Kalau bicara 1.000 kilometer, mungkin merek lain juga bisa. Tapi pertanyaannya, pada kecepatan berapa mereka bisa mencapainya? nan saya rasakan, lantaran mobil ini punya sistem hybrid dua percepatan, di kecepatan sekitar 121 km per jam mobil tetap bisa melangkah menggunakan EV mode," kata Rifat.

Mobil New Xforce HEV dipamerkan di booth Wuling pada gelaran GIIAS 2026, ICE BSD, Tangerang, Banten, Rabu (29/7). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Ia menjelaskan, pada kebanyakan sistem hybrid, motor listrik umumnya lebih dominan bekerja pada kecepatan rendah alias saat kondisi stop and go. Sementara ketika kecepatan meningkat, mesin bensin bakal mengambil alih nyaris seluruh tugas penggerak.

Pada Xforce Hybrid, sistem transaxle dua percepatan memungkinkan motor listrik tetap menjadi sumber tenaga utama dalam lebih banyak kondisi berkendara melalui sistem parallel low dan parallel high.

"Saya baru memahami bahwa hybrid bukan hanya irit saat jalan konstan. Ketika melewati tanjakan dan turunan, baterai memang terpakai saat menanjak. Tapi begitu turun, mode regenerative braking mengisi ulang baterai jauh lebih cepat. Jadi saat tanjakan berikutnya, tenaga listrik bisa digunakan lagi," ujarnya.

Mitsubishi Xforce HEV. Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan

Menurut Rifat, karakter tersebut membikin Xforce Hybrid berpotensi memberikan efisiensi lebih baik bagi pengguna nan sehari-hari berkendara di wilayah dengan kontur berbukit alias pegunungan.

"Motor listrik tetap menjadi prioritas. Itu nan membikin penggunaan bahan bakarnya bisa lebih efisien, meski mesin nan dipakai berkapasitas 1.600 cc," katanya.

Dalam kesempatan pengetesan sebelum diluncurkan, Rifat mengaku bisa membawa Mitsubishi Xforce Hybrid Jakarta-Bali dalam sekali pengisian bahan bakar penuh. Jaraknya sejauh 1.172 kilometer. Apabila hitungan kasar dibagi tangkinya 42 liter, maka nomor efisiensinya sekitar 27 km/liter.

Sementara dari sisi purnajual, Mitsubishi Xforce Hybrid dibekali agunan baterai hybrid 10 tahun alias 200 ribu kilometer nan melekat pada unit, bukan pengguna. Dalam artian andaikan sudah beranjak kepemilikan, agunan tetap berlaku.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan