Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan perkembangan terbaru proyek mobil nasional nan tengah dipersiapkan pemerintah. Kendaraan tersebut saat ini tetap berada dalam tahap kreasi dan diharapkan mempunyai tingkat komponen dalam negeri (TKDN) nan lebih tinggi dibandingkan sebagian besar kendaraan nan saat ini beredar di Indonesia.
"Mobil listrik kita rata-ratanya TKDN-nya 30 sampai 70%, walaupun memang kelak kita harapkan Mobnas nan sekarang sedang di-desain oleh Pindad itu bakal mempunyai nilai TKDN nan lebih tinggi," kata Agus dalam rapat kerja berbareng Komisi VII DPR RI.
Pembahasan mengenai mobil nasional muncul ketika Kementerian Perindustrian menjelaskan tantangan nan tetap dihadapi industri manufaktur Indonesia. Persoalannya tidak hanya soal produk akhir nan diproduksi di dalam negeri, tetapi juga keahlian industri nasional dalam membikin mesin produksi sendiri.
Agus menilai tidak cukup hanya mengejar nomor TKDN pada produk jadi. Di kembali sebuah produk, tetap terdapat ketergantungan nan cukup besar terhadap teknologi dan mesin nan berasal dari luar negeri.
Kendaraan lapis baja listrik Pandu Maung MV3 buatan Pindad saat pameran Indo Defence 2024 Expo and Forum di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (11/6/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: Kendaraan lapis baja listrik Pandu Maung MV3 buatan Pindad saat pameran Indo Defence 2024 Expo and Forum di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (11/6/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
"Kalau saya mengunjungi pabrik-pabrik, pasti nan saya tanya TKDN-nya berapa persen. Ketika saya masuk dan memandang mesinnya, rupanya mesinnya impor. Itu challenge kita," ujarnya.
Sebelumnya, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menekankan bahwa Indonesia memasuki fase baru dalam perjuangan panjang mewujudkan kemandirian industri otomotif dan menyoroti pentingnya area industri, rantai pasok, pengembangan teknologi nan terintegrasi, serta membentuk industri nasional nan punya daya saing nan kuat.
Direktur Utama PT Pindad Sigit P. Santosa, menyampaikan bahwa proyek mobil nasional tidak boleh berakhir pada slogan. Pindad telah menyiapkan lahan industri di Subang dan menargetkan kapabilitas produksi 500.000 unit per tahun, dimulai dengan 100.000 unit pada 2028 sebagai tahap awal fase produksi.
"Pesan nan sama dari semua komisi kepada Pindad adalah jangan jadi euforia kalah. Pengembangan mobil nasional tidak bisa hanya sekadar program, kita kudu melakukan piloting untuk penemuan teknologi dan membangun ekosistemnya," katanya beberapa waktu lalu
(fys/wur)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·