Niko Prayoga
, Jurnalis-Kamis, 03 September 2026 |11:05 WIB

Tidur. (Foto: Freepik)
APAKAH kamu kerap mengalami masalah saat tidur? Jika iya, ada banyak saran nan menyebut magnesium bisa menjadi salah satu unsur nan digunakan untuk memperbaiki kualitas tidur.
Namun, apakah suplemen mineral ini betul-betul terbukti secara ilmiah bisa memperbaiki kualitas tidur nan buruk? Ataukah dugaan tersebut sekadar tren semata?

1. Magnesium Perbaiki Kualitas Tidur?
Edukator sekaligus sleep coach terkemuka Indonesia, Vishal Dasani dalam unggahan video di akun Instagramnya membedah efektivitas magnesium berasas riset medis. Ia merujuk pada sebuah uji klinis random (randomized double-blind placebo-controlled trial) nan dipublikasikan pada 2025 untuk menjawab keraguan publik.
Dalam uji klinis tersebut, sebanyak 155 orang dewasa nan mengeluhkan kualitas tidur jelek dilibatkan sebagai responden. Selama empat minggu, peserta dibagi menjadi dua kelompok. Satu golongan mengkonsumsi magnesium bisglycinate dengan total 250 mg elemental magnesium per hari, sementara golongan lainnya hanya mendapatkan plasebo.
"Hasilnya bagaimana? Kedua golongan sama-sama melaporkan perbaikan tidur. Skor Insomnia Severity Index pada golongan magnesium membaik 3,9 poin, sedangkan golongan placebo membaik 2,3 poin," kata Vishal.
Meski golongan nan mengonsumsi magnesium menunjukkan peningkatan kualitas tidur, perbedaan selisih perbaikan dengan golongan plasebo tergolong sangat tipis. Perbedaannya hanya sekitar 1,6 poin.
"Jadi, selisih perbaikan antara kedua golongan hanya sekitar 1,6 poin. Perbedaan ini memang terdeteksi secara statistik, tetapi effect size-nya hanya 0,2, nan dalam penelitian dikategorikan sebagai pengaruh kecil," jelas dia.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·