Misteri Keheningan Alien Terjawab? Aktivitas Bintang Diduga Rusak Sinyal E.T. Sebelum Sampai ke Bumi

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Misteri Keheningan Alien Terjawab? Aktivitas Bintang Diduga Rusak Sinyal E.T. Sebelum Sampai ke Bumi Sinyal radio sebuah planet mungkin dimulai sebagai nada tajam (kiri, putih) tetapi dapat menyebar akibat angin plasma di sekitar bintang menjadi sinyal nan lebih lebar dan lebih redup (kanan, hijau). Studi ini menunjukkan kita mungkin melewatkan sinyal ka(Vishal Gajjar)

SELAMA puluhan tahun, para intelektual dalam proyek Pencarian Kecerdasan Ekstraterestrial (SETI) berasumsi bahwa peradaban maju di luar angkasa bakal memancarkan sinyal radio nan sangat sempit dan terkonsentrasi agar menonjol di antara kebisingan kosmis. Namun, sebuah studi terbaru dari SETI Institute mengungkapkan tantangan tak terduga. Kita mungkin melewatkan sinyal-sinyal tersebut lantaran sinyal tersebut telah rusak dan tersebar oleh aktivitas bintang mereka sendiri sebelum sempat melesat ke ruang angkasa.

Penelitian ini memfokuskan perhatian pada lingkungan nan sangat dekat dengan sumber sinyal. Fluktuasi kepadatan plasma dalam angin bintang, berbareng dengan peristiwa ledakan luar biasa seperti pelepasan massa korona (coronal mass ejections), dapat mengubah gelombang radio tepat di dekat titik asalnya. Aktivitas cuaca antariksa nan ekstrem ini menyebarkan daya sinyal ke rentang gelombang nan lebih luas, sehingga mengikis lonjakan tajam nan selama ini dicari oleh metode penemuan di Bumi.

Dr. Vishal Gajjar, Astronom di SETI Institute sekaligus penulis utama makalah penelitian ini, menjelaskan dampaknya terhadap upaya pencarian nan selama ini dilakukan:

"Pencarian SETI sering kali dioptimalkan untuk sinyal nan sangat sempit. Jika sebuah sinyal diperlebar oleh lingkungan bintangnya sendiri, sinyal tersebut dapat merosot di bawah periode pemisah penemuan kita, meskipun sinyal itu ada di sana, nan berpotensi membantu menjelaskan beberapa keheningan radio nan kita lihat dalam pencarian tanda teknologi (technosignature)."

Untuk mengukur seberapa besar akibat pelebaran ini, tim peneliti memanfaatkan info transmisi radio dari wahana antariksa nan beraksi di dalam tata surya kita sendiri. Setelah mengkalibrasi gimana plasma turbulen memengaruhi sinyal radio terfokus tersebut, mereka menerapkan pengukuran itu ke beragam lingkungan bintang lain.

Hasilnya menunjukkan bahwa pengaruh ini sangat signifikan terjadi di sekitar bintang kerdil-M (M-dwarf), nan merupakan jenis bintang paling umum dan mencakup sekitar 75% dari seluruh populasi bintang di galaksi Bimasakti.

Temuan ini pun mendorong perubahan strategi dalam pencarian kepintaran luar angkasa ke depan. Grayce C. Brown, asisten peneliti di SETI Institute sekaligus penulis pendamping studi ini, menambahkan:

"Dengan mengkuantifikasi gimana aktivitas bintang dapat mengubah corak sinyal nan sempit, kita dapat merancang pencarian nan lebih cocok dengan apa nan sebenarnya tiba di Bumi, bukan hanya apa nan mungkin dipancarkan."

Proyek menjanjikan ini didukung oleh program STRIDE dari SETI Institute, sebuah inisiatif nan didanai melalui Franklin Antonio Bequest untuk memajukan penelitian berisiko tinggi namun berakibat besar dalam pengembangan sains terobosan. (Science Daily/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia