Minyak Mentah Dunia Melejit, Harga BBM Subsidi Ikut Terkerek?

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta pada Jumat (11/9). Foto: Argya Maheswara/kumparan

Harga minyak mentah dunia kembali menyentuh di atas USD 100 per barel. Pada penutupan Kamis (10/9), nilai minyak mentah Brent berjangka ditutup menjadi USD 107,63 per barel dan minyak mentah AS menjadi USD 102,48 per barel.

Lantas, dengan kenaikan nilai minyak bumi itu apakah berakibat ke kenaikan nilai BBM subsidi di Indonesia?

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan kendati nilai minyak mentah dunia kembali melesat pada Agustus 2026, nilai BBM subsidi tidak bakal ikut terkerek.

“Khususnya menyangkut dengan nilai minyak bumi nan tidak menentu. Tetapi pemerintah sampai dengan hari ini memutuskan untuk tetap menjaga nilai minyak subsidi tidak ada kenaikan,” kata Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (11/9).

Bahlil menjelaskan perubahan nilai minyak bumi memang bukanlah perihal nan mudah diatasi. Meski begitu, dia memastikan pemerintah memprioritaskan tetap menjaga nilai BBM subsidi, salah satunya dengan menambahkan anggaran subsidi.

Petugas mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite untuk kendaraan roda dua pada salah satu SPBU di Jakarta, Senin (18/11/2024). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

“Presiden Prabowo berpandangan bahwa memihak dan menjaga daya beli masyarakat untuk menengah ke bawah itu jauh lebih krusial sekalipun dengan beragam macam hal-hal nan kudu kita lakukan menambah anggaran subsidi, saya pikir itu bagian daripada langkah nan kita lakukan,” ujar Bahlil.

Bahlil juga menjelaskan bahwa sampai akhir tahun sebenarnya nilai BBM subsidi tetap aman. Menurutnya, rata-rata nilai minyak mentah Indonesia sampai September tetap ada pada kisaran USD 85 sampai 90 per barel.

Sementara nilai minyak mentah Indonesia alias Indonesian Crude Price (ICP) Agustus 2026 naik ke level USD 89,43 per barel, dipengaruhi oleh kenaikan nilai minyak bumi sepanjang Agustus 2026 lantaran aspek geopolitik.

“Sekalipun sekarang sudah menjadi USD 106 sampai 108 per barrel (minyak dunia) tapi rata-rata ICP dari Januari sampai dengan bulan September sekarang itu kurang lebih di nomor sekitar USD 85 sampai USD 90. Jadi tetap overall tetap oke,” tegas Bahlil.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan