Mimpi Eropa SC Freiburg Kandas di Istanbul, Aston Villa Segel Gelar Juara

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Mimpi Eropa SC Freiburg Kandas di Istanbul, Aston Villa Segel Gelar Juara Perjalanan berhistoris SC Freiburg di Liga Europa berhujung antiklimaks setelah takluk 0-3 dari Aston Villa di laga final Istanbul.(SC Freiburg)

KISAH dongeng SC Freiburg di panggung Liga Europa musim ini kudu berhujung antiklimaks. Berambisi mencetak sejarah besar pada final kejuaraan mayor kedua sepanjang sejarah klub, tim didikan Julian Schuster justru kudu mengakui kelebihan Aston Villa dengan skor telak 0-3 di Istanbul, Turkiye.

Sebelum laga dimulai, optimisme membubung tinggi di kemah Freiburg. Sang kapten, Christian Günter, sempat mengungkapkan antusiasmenya.

"Kami jelas sangat bersemangat. Rasanya mau segera masuk ke lapangan dan bertanding sekarang juga. Hari Rabu besok bakal menjadi hari nan sangat spesial bagi kami dan klub," ujar Günter sebelum laga.

Namun, Aston Villa nan dipimpin manajer berpengalaman, Unai Emery, tampil terlalu tangguh. Di hadapan 11.000 suporter Freiburg nan memadati stadion, klub asal Inggris tersebut sukses menghukum kelengahan lini pertahanan Freiburg lewat skema situasi bola meninggal (set piece) pada babak pertama.

Dua gol kilat Aston Villa sebelum turun minum, disusul gol ketiga pada babak kedua, menjadi pukulan telak nan menyudahi perlawanan klub Bundesliga tersebut.

Menanggapi hasil minor ini, pembimbing Freiburg, Julian Schuster, tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya. Ia menyoroti kegagalan anak asuhnya dalam mengantisipasi bola mati.

"Untuk saat ini, saya tidak merasakan kepuasan. Kami kalah di final. Hal itu tentu menjadi nan paling utama dan sangat menyakitkan. Jika Anda membiarkan permainan lepas dari kendali melalui situasi bola mati, itu sangat berat," kata Schuster usai pertandingan.

Meski demikian, Schuster tetap mengapresiasi daya juang pasukannya nan menolak menyerah hingga peluit panjang berbunyi.

Kapten Freiburg, Vincenzo Grifo, juga berlapang dada mengakui kelebihan musuh nan tampil lebih matang dan berilmu di kejuaraan Eropa.

"Tentu saja tidak ada emosi senang nan dominan. Kami kudu mengakui bahwa Aston Villa adalah tim nan lebih baik. Kami sayangnya tidak sukses membikin Aston Villa terkesan. Mereka sangat cerdas dan berilmu dalam apa nan mereka lakukan," saya Grifo.

Kendati kandas membawa pulang trofi, pencapaian Freiburg musim ini tetap mengundang decak kagum. Legenda sepak bola Jerman, Lothar Matthäus, menilai klub berjuluk Breisgau-Brasilianer tersebut tetap kudu bangga dengan perjalanan luar biasa nan sudah mereka lalui.

Freiburg sekarang kudu segera mengalihkan fokus. Walau tiket Liga Champions melayang, mereka telah memastikan diri kembali berkompetisi di panggung Eropa musim depan melalui jalur UEFA Conference League. (AFP/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia