Stevia vs Gula, Mana yang Lebih Sehat? Ini Penjelasan Lengkapnya

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Stevia vs Gula, Mana nan Lebih Sehat? Ini Penjelasan Lengkapnya Stevia vs Gula(Magnific)

RASA manis susah dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Gula kerap menjadi pelengkap beragam makanan dan minuman, mulai dari kopi, teh, kue, hingga camilan. Namun, di kembali rasanya nan nikmat, konsumsi gula secara berlebihan diketahui dapat meningkatkan akibat beragam masalah kesehatan.

Asupan gula nan terlalu tinggi dapat menyebabkan peningkatan kalori dalam tubuh. Jika berjalan terus-menerus, kondisi ini dapat memicu kenaikan berat badan, resistensi insulin, hingga meningkatkan akibat obesitas dan glukosuria jenis 2. Karena itu, banyak orang mulai mencari pengganti pemanis nan dinilai lebih sehat, salah satunya adalah stevia.

Lantas, benarkah stevia lebih kondusif dibandingkan gula?

Berdasarkan info nan dilansir dari laman RS Rapha Theresia Jambi, stevia dapat menjadi pilihan pengganti gula lantaran mempunyai sejumlah keunggulan, terutama dari sisi kandungan kalori dan pengaruhnya terhadap kadar gula darah. Namun, bukan berfaedah stevia dapat dikonsumsi tanpa batas.

Apa Itu Stevia?

Stevia merupakan pemanis alami nan berasal dari daun tanaman Stevia rebaudiana. Berbeda dengan gula pasir, stevia mempunyai tingkat kemanisan sekitar 200 hingga 300 kali lebih tinggi, tetapi nyaris tidak mengandung kalori.

Karena karakter tersebut, stevia banyak dimanfaatkan sebagai pengganti gula bagi orang nan mau menjaga berat badan, mengontrol kadar gula darah, maupun menerapkan pola makan nan lebih sehat.

Selain bebas kalori, stevia juga mempunyai indeks glikemik nan sangat rendah. Artinya, konsumsi stevia tidak menyebabkan lonjakan kadar gula darah seperti gula biasa sehingga lebih ramah bagi penderita glukosuria maupun mereka nan mau membatasi konsumsi gula.

Apa Perbedaan Stevia dan Gula Biasa?

Stevia dan gula mempunyai sejumlah perbedaan mendasar nan membikin keduanya memberikan akibat berbeda terhadap tubuh.

Dari sisi kandungan kalori, stevia tidak mengandung kalori, sedangkan satu sendok teh gula biasa mengandung sekitar 16 kalori. Hal ini membikin stevia lebih menguntungkan bagi orang nan sedang menjalani program penurunan berat badan alias mengurangi asupan daya harian.

Perbedaan berikutnya terletak pada indeks glikemik. Stevia mempunyai indeks glikemik nan sangat rendah sehingga tidak memicu kenaikan gula darah. Sebaliknya, gula biasa mempunyai indeks glikemik lebih tinggi dan dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah setelah dikonsumsi.

Jika dilihat dari rasanya, stevia mempunyai tingkat kemanisan nan jauh lebih tinggi dibandingkan gula. Namun, sebagian orang mungkin merasakan sedikit sensasi pahit alias aftertaste setelah mengonsumsinya. Sementara itu, gula menawarkan rasa manis nan lebih alami dan familiar tanpa meninggalkan rasa pahit.

Dalam penggunaannya, stevia umumnya lebih cocok digunakan sebagai pemanis minuman maupun makanan ringan. Sebaliknya, gula lebih elastis lantaran dapat digunakan dalam beragam jenis masakan, minuman, hingga pembuatan kue.

Apakah Stevia Benar-benar Lebih Aman?

Secara umum, stevia dinilai lebih kondusif dibandingkan gula andaikan digunakan sebagai pengganti pemanis dalam pola makan nan seimbang.

Hal ini lantaran stevia tidak menambah asupan kalori, tidak memicu lonjakan gula darah, serta tidak berkontribusi terhadap peningkatan akibat obesitas maupun glukosuria seperti nan dapat terjadi akibat konsumsi gula berlebihan.

Meski demikian, bukan berfaedah stevia sepenuhnya bebas risiko. Penggunaannya tetap kudu memperhatikan jumlah konsumsi agar manfaatnya tetap optimal.

Berapa Batas Aman Konsumsi Stevia?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan pemisah asupan harian stevia nan dapat diterima (Acceptable Daily Intake/ADI) sebesar 4 miligram per kilogram berat badan per hari.

Sebagai contoh, seseorang dengan berat badan 60 kilogram dianjurkan tidak mengonsumsi stevia lebih dari 240 miligram dalam sehari.

Mengonsumsi stevia secara berlebihan dapat menyebabkan pengaruh samping ringan pada sebagian orang, seperti perut kembung, mual, alias rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan. Oleh lantaran itu, meski stevia merupakan pengganti nan lebih sehat dibandingkan gula, penggunaannya tetap kudu disesuaikan dengan kebutuhan dan tidak berlebihan. (RS Rapha Theresia Jambi/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia