Mimpi Amerika Bakal Diuji Australia

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Mimpi Amerika Bakal Diuji Australia Timnas Amerika Serikat saat laga persahabatan kontra timnas Portugal, 2 April 2026((X @Auston_Trusty))

LANGKAH mulus Amerika Serikat di laga pembuka Piala Dunia 2026 bakal menghadapi ujian sesungguhnya saat menjamu Australia pada laga kedua Grup D di Stadion Seattle, Sabtu (20/6) awal hari pukul 02.00 WIB. Kedua tim sama-sama mengawali turnamen dengan kemenangan meyakinkan dan sekarang memburu tiga poin nan bisa membuka jalan menuju babak gugur.

Pemenang pertandingan ini berkesempatan besar mengunci tiket ke fase 32 besar sekaligus menguasai puncak Grup D. Bagi Amerika, ini kesempatan untuk membuktikan American Dream di Piala Dunia 2026 betul-betul hidup.

Tuan rumah datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah membungkam Paraguay 4-1 pada pertandingan pembuka. Di bawah pengarahan pembimbing Mauricio Pochettino, the Stars and Stripes tampil agresif. Pochettino berambisi timnya bisa bermain style garang lagi menghadapi Australia.

Kemenangan di laga pembuka juga semakin menguatkan optimisme terhadap proyek nan sedang dibangun Pochettino. Meski sempat mendapat kritik setelah hasil jelek di Concacaf Nations League tahun lalu, pembimbing asal Argentina itu perlahan mengubah karakter tim Amerika. Gelandang Sebastian Berhalter mengungkapkan salah satu perubahan terbesar nan dibawa Pochettino adalah soal mentalitas.

"Satu perihal nan dia tanamkan adalah bahwa kami orang Amerika. Kami tidak bisa diinjak-injak. Meskipun dia orang Argentina, dia menunjukkan kepada kami siapa kami sebenarnya dan nilai-nilai itu terus dia tekankan kepada kami," kata Berhalter dikutip ESPN.

Pesan serupa membekas di ruang tukar timnas Amerika. Dalam laga uji coba melawan Australia pada Oktober tahun lalu, Pochettino sempat memarahi anak asuhnya lantaran dinilai kurang agresif. Menurut Timothy Weah, momen itu menjadi titik krusial perubahan tim. Meski sejumlah pengamat Amerika pernah menyebut Australia sebagai musuh nan relatif mudah di grup ini, para pemain menolak dugaan tersebut.

"Pengalaman itu luar biasa. Sangat keras dan agresif. Sejak pertandingan melawan Australia di Colorado, kami banyak berubah. Kami menjadi lebih agresif. Saya sangat menghormati Australia dan saya percaya pertandingan kelak bakal menjadi duel nan hebat," kata Weah.

"Kami sama sekali tidak memikirkan suara-suara dari luar. Dalam sepak bola, perihal terpenting adalah menghormati lawan. Semua komentar itu bagi saya tidak penting," tegas Weah.

Bintang tim AS, Christian Pulisic, tetap menjalani sesi latihan terpisah dari rekan-rekan setimnya. Program latihan untuk pemain AC Milan itu dimodifikasi sesuai kondisinya agar bisa fit ketika melawan Australia.

Meski demikian, pihak tim belum memberikan kepastian mengenai kesiapan Pulisic secara pasti untuk dimainkan sehak menit pertama. Status Pulisic tetap dipantau dari hari ke hari sembari menunggu perkembangan kondisi kebugarannya.

Laga di Seattle diprediksi berjalan sengit. Amerika mengandalkan agresivitas dan support publik sendiri sedangkan Australia datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah meredam salah satu kandidat kuda hitam turnamen.

Bagi Australia, ini kesempatan memperpanjang kisah kejutan nan sudah mereka mulai sejak laga pertama. Mereka datang dengan modal nan tidak kalah impresif. Tim didikan Tony Popovic membikin kejutan besar dengan menundukkan Turki 2-0 pada laga pembuka. Hasil tersebut terasa spesial lantaran Socceroos lebih banyak berada di bawah tekanan.

Mereka hanya menguasai bola sekitar 28% dan kudu menghadapi 30 tembakan lawan. Namun disiplin memperkuat serta penampilan gemilang kiper muda Patrick Beach membikin mereka keluar sebagai pemenang.

The Socceroos sadar tantangan berikutnya bakal jauh berbeda. Selain menghadapi salah satu tuan rumah, Australia juga kudu melawan tim nan sedang berada dalam momentum positif.

"Sekarang kami menghadapi tantangan nan berbeda. Kami melawan tuan rumah, pembimbing berkualitas, dan tim nan berkualitas. Pertandingannya bakal berbeda," kata Popovic.

"Kami kudu pulih dengan baik, bukan hanya secara bentuk tetapi juga secara emosional. Banyak pemain muda kami belum pernah mengalami situasi seperti ini. Kami kudu menikmatinya," imbuhnya. (AFP/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia