
6 Perbedaan CBS dan ABS pada Motor, Mana nan Lebih Aman? (Ilustrasi/Freepik)
JAKARTA - CBS (combi brake system) mempunyai perbedaan mencolok dengan ABS (anti-lock braking system) pada sepeda motor. Artikel ini bakal mengulas mengenai perbedaan CBS dan ABS pada motor.
CBS dan ABS datang dengan pendekatan nan berbeda dalam membantu pengendara menghentikan laju kendaraan dengan lebih aman. Secara sederhana, CBS dan ABS sama-sama dirancang untuk meningkatkan performa pengereman, tapi filosofi kerjanya tidaklah sama.
CBS lebih konsentrasi pada kemudahan pengedaran tenaga rem ke kedua roda, sementara ABS datang sebagai teknologi pencegah penguncian roda saat pengereman mendadak. Keduanya mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Berikut perbedaan CBS dan ABS pada sepeda motor, melansir laman Suzuki, Kamis (18/6/2026):
1. Cara Kerja
Sistem ini bekerja dengan prinsip pengereman terintegrasi. Ketika pengendara menarik tuas rem belakang, CBS otomatis bakal mengaktifkan sebagian tekanan rem ke roda depan.
Beberapa jenis CBS juga bekerja sebaliknya. Saat tuas depan ditarik, rem belakang ikut bekerja. Hasilnya, kedua roda mendapatkan porsi pengereman nan lebih seimbang tanpa pengendara perlu mengoperasikan kedua tuas secara terpisah.
Ini sangat membantu terutama bagi pengendara nan belum terbiasa dengan teknik pengereman ideal.
Berbeda dengan CBS, ABS menggunakan teknologi elektronik nan lebih canggih. Sistem ini dilengkapi sensor kecepatan di setiap roda nan terus memantau putaran roda.
Saat pengendara rem mendadak dan sensor mendeteksi adanya roda nan nyaris berakhir berputar (terkunci), modul kontrol ABS bakal segera mengurangi tekanan rem pada roda tersebut secara otomatis, lampau meningkatkannya kembali, berulang kali dalam hitungan milidetik.
Efek nan dirasakan adalah getaran pada tuas alias pedal rem sebagai tanda bahwa ABS sedang aktif bekerja mencegah selip.
2. Tujuan Keamanan
Tujuan utama CBS adalah untuk membantu pengendara mendapatkan pengedaran pengereman nan optimal antara roda depan dan belakang secara otomatis.
Dengan begitu, akibat motor oleng alias tergelincir lantaran pengereman nan tidak seimbang dapat diminimalkan.
CBS dirancang untuk membikin pengereman terasa lebih stabil dan mudah, terutama bagi pengendara pemula alias mereka nan sering berkendara di perkotaan dengan kecepatan sedang.
Sementara itu, ABS mempunyai tujuan keamanan nan lebih spesifik, ialah mencegah roda terkunci sepenuhnya saat pengereman keras alias mendadak.
Ketika roda terkunci, motor bakal kehilangan traksi dan pengendara pun kehilangan keahlian untuk mengubah arah kendaraan.
Dengan ABS, pengendara tetap bisa membelokkan motor sembari melakukan pengereman darurat, misalnya untuk menghindari lubang nan tiba-tiba muncul di depan.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·