Militer AS Tiba-Tiba Ngamuk di Sini, Kapal Meledak-Makan Korban Jiwa

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Militer Amerika Serikat kembali melancarkan serangan mematikan terhadap kapal nan dituduh melakukan perdagangan narkoba di Samudra Pasifik bagian timur pada Senin (13/4/2026) waktu setempat. Operasi garang ini dilaporkan telah menewaskan dua orang di atas kapal tersebut di tengah ketegangan dunia nan sedang memuncak.

Kampanye serangan terhadap kapal-kapal nan menurut pemerintahan Trump mengangkut narkoba di perairan Amerika Latin ini telah berjalan selama lebih dari tujuh bulan. Aksi militer ini terus bersambung secara konsisten meskipun konsentrasi kekuatan militer AS saat ini sedang tersita selama lebih dari enam minggu oleh perang dengan Iran.

Insiden ini menandai hari kedua berturut-turut Komando Selatan AS mengumumkan serangan melalui media sosial. Pihak militer menyatakan pada hari Minggu bahwa mereka telah meledakkan dua kapal di Pasifik timur pada hari Sabtu nan menewaskan total lima orang dan menyisakan satu orang nan selamat, meski nasib orang tersebut belum menemui kejelasan.

Terkait tindakan tersebut, Komando Selatan AS memberikan pernyataan resmi mengenai argumen di kembali penghancuran kapal-kapal tersebut. Mereka menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari pengawasan ketat terhadap jalur terlarangan di perairan internasional.

"Kami telah menargetkan para terduga pengedar narkoba di sepanjang rute penyelundupan nan telah diketahui," tulis pernyataan resmi Komando Selatan AS, dilansir The Associated Press.

Dengan serangan terbaru ini, setidaknya 170 orang tercatat telah tewas dalam rangkaian serangan kapal sejak upaya tersebut dimulai pada awal September tahun lalu. Rentetan serangan ini dimulai beberapa bulan sebelum penyergapan AS pada Januari nan menangkap Presiden Venezuela saat itu, Nicolás Maduro.

Pihak militer hingga sekarang tidak memberikan bukti konkret bahwa kapal nan dihancurkan memang sedang mengangkut narkoba. Mereka hanya mengunggah sebuah video di platform X nan memperlihatkan sebuah kapal mini nan sedang mengapung di air sebelum ledakan besar menghantamnya dan mengeluarkan kepulan asap tebal.

Presiden Donald Trump sendiri menegaskan bahwa AS saat ini berada dalam kondisi bentrok bersenjata dengan kartel-kartel di Amerika Latin. Ia membenarkan serangan tersebut sebagai eskalasi nan diperlukan untuk membendung aliran narkoba ke negaranya.

"AS sedang dalam 'konflik bersenjata' dengan kartel di Amerika Latin. Serangan ini adalah eskalasi nan diperlukan untuk membendung aliran narkoba ke AS dan overdosis fatal nan merenggut nyawa penduduk Amerika," tegas Trump.

Meskipun demikian, pemerintahan Trump sejauh ini hanya memberikan sedikit bukti untuk mendukung klaimnya mengenai pembunuhan terhadap "narkoteroris." Trump pada hari Senin justru tampak merujuk pada strategi serangan kapal tersebut saat mengeluarkan ancaman baru terhadap Teheran seiring berlakunya blokade pelabuhan Iran.

Melalui platform Truth Social miliknya, Trump memberikan peringatan keras bahwa jika ada kapal nan mendekati area blokade, maka nasibnya bakal berhujung tragis seperti kapal-kapal di Pasifik.

"Peringatan: Jika salah satu dari kapal-kapal ini mendekati BLOKADE kami, mereka bakal segera DIELIMINASI, menggunakan sistem pembunuhan nan sama dengan nan kami gunakan terhadap pengedar narkoba di kapal-kapal di laut," tulis Trump.

(tps/luc) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News