
Ilustrasi.
JAKARTA – Meta baru-baru ini memperkenalkan perangkat perlindungan penipuan dan kecurangan baru untuk platform pesan instan WhatsApp. Termasuk sistem peringatan keterkaitan perangkat baru, nan dirancang untuk memperingatkan pengguna jika orang nan dicurigai sebagai pelaku kejahatan mencoba mengambil alih akun korban dari jarak jauh.
Namun, peretas juga mulai menggunakan cara-cara inovatif untuk menargetkan pengguna, terutama dengan meningkatnya penggunaan spyware. Meta sekarang mengeluarkan pernyataan untuk memperingatkan pengguna tentang aplikasi WA tiruan nan digunakan untuk memata-matai pengguna. Spyware tersebut dilaporkan menargetkan sekitar 200 pengguna Android dan iPhone.
Pengguna Android dan iPhone nan Menginstal WA Palsu Berisiko
Dalam sebuah pernyataan kepada Agenzia Nazionale Stampa Associata (ANSA) Italia, Meta memperingatkan tentang aplikasi WA tiruan nan digunakan untuk memata-matai sekitar 200 pengguna Android dan iPhone, terutama di Italia. Meta dilaporkan mengatakan bahwa perusahaan telah memutuskan sambungan akun nan terpengaruh dan memperingatkan para korban tentang akibat privasi dan keamanan.
Menurut laporan nan dilansir Gadgets 360, aplikasi WA tiruan itu dibuat oleh Asigint, bagian dari Sio Spa Group nan berbasis di Cantu, Italia. Raksasa teknologi itu meyakini bahwa peretas di Asigint menggunakan teknik rekayasa sosial untuk menipu “sejumlah mini pengguna” agar mengunduh perangkat lunak mata-mata tersebut, nan menyamar sebagai jenis resmi WhatsApp. Para pelaku kejahatan mungkin berupaya mendapatkan akses jarak jauh ke akun dan perangkat pengguna. Laporan tersebut menambahkan bahwa mereka berencana mengirimkan peringatan resmi kepada perusahaan nan dikendalikan Sio Spa tersebut “untuk menghentikan segala aktivitas jahat.”
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·