Keluarga Resmi Laporkan Kasus Kematian Sutrimo ke Polisi

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Banyumas -

Keluarga almarhum Sutrimo akhirnya melaporkan kematian laki-laki asal Desa Wlahar, Kabupaten Banyumas, itu ke polisi. Keputusan tersebut diambil usai family mau mendapatkan kepastian norma dari sejumlah berita simpang siur nan beredar mengenai kematian Sutrimo.

Laporan family Sutrimo didaftarkan ke Polresta Banyumas. Laporan itu tercatat dengan nomor STTLP/79/VIII/2026/SPKT/POLRESTA BANYUMAS/POLDA JAWA TENGAH.

"Prinsipnya family hanya minta kepastian norma mengenai meninggalnya kerabat Sutrimo. Wajar alias tidak, hanya itu saja," kata pengacara family Sutrimo, Aan Rohaeni, dilansir detikJateng, Minggu (9/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aan mengatakan family awalnya menerima kematian Sutrimo. Namun, belakangan muncul beragam info nan dinilai simpang siur sehingga family mau mengetahui kepastian penyebab kematiannya.

"Karena buletin simpang siur ke sana ke sini, mengganggu lingkungan sekitar buat family juga lingkungan masyarakat di Desa Wlahar. Jadi family mau kepastian," ujarnya.

Sutrimo ditemukan meninggal bumi di depan klinik Mordent, Jakarta Selatan, pada Kamis (23/7). Sejauh ini penyelidik Polda Metro Jaya telah mengumpulkan bahan keterangan serta melakukan penjelasan terhadap pihak keluarga, pengemudi ambulans, petugas rumah sakit, dan pihak lain nan mengetahui peristiwa tersebut.

Polisi juga mengalami rekam medis korban, riwayat pemesanan ambulans, hingga letak awal ditemukannya almarhum.

Berdasarkan info nan beredar, korban ditemukan dalam kondisi mulut berbusa. Korban disebut-sebut merupakan kepala rumah tangga mantan Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah. Pihak kepolisian tetap melakukan penyelidikan mengenai sosok korban.

Baca selengkapnya di sini

(ygs/ygs)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News