Mesin Hidrogen 100 Persen Diuji untuk Dukung Keandalan Energi Terbarukan

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Mesin Hidrogen 100 Persen Diuji untuk Dukung Keandalan Energi Terbarukan Energy Business Director, Australasia, Wärtsilä Energy Kari Punonnen.(Dok Wärtsilä)

GRUP teknologi Wärtsilä memulai pengesahan mesin hidrogen 100% terbaru nan terhubung langsung ke jaringan listrik nasional Spanyol di Bermeo, wilayah utara negara tersebut. Uji coba ini menjadi demonstrasi pertama di bumi untuk mesin hidrogen murni berskala besar nan memasok listrik ke jaringan nasional.

Langkah tersebut dinilai sebagai tonggak krusial dalam pengembangan teknologi pembangkit listrik berbasis bahan bakar berkelanjutan. Melalui pengetesan ini, Wärtsilä berupaya membuktikan bahwa mesin pembangkit dapat beraksi menggunakan hidrogen 100% sekaligus mendukung sistem daya nan semakin didominasi sumber daya terbarukan.

Pengujian dilakukan menggunakan mesin Wärtsilä 31H2 nan merupakan bagian dari platform Wärtsilä 31, salah satu mesin empat langkah multi-bahan bakar dengan efisiensi tertinggi di dunia. Mesin tersebut disebut sebagai mesin hidrogen murni terbesar di bumi nan saat ini tengah menjalani proses verifikasi keahlian di Bermeo.

Direktur Strategy Technology & Decarbonisation Wärtsilä, Rasmus Teir, mengatakan pengembangan teknologi hidrogen menjadi bagian krusial dalam menjawab tantangan transisi daya global.

“Ini adalah uji coba untuk masa depan daya terbarukan. Seiring negara-negara dengan sigap meningkatkan skala daya angin dan surya, salah satu tantangan terbesar nan dihadapi transisi daya adalah gimana mempertahankan pasokan listrik nan andal secara berkepanjangan selama periode rendahnya pembangkitan daya terbarukan alias lonjakan permintaan. Saat ini, mesin hidrogen Wärtsilä 31H2 kami beraksi dengan 100% hidrogen dan memasok daya ke jaringan listrik nasional Spanyol, menunjukkan bahwa mesin hidrogen skala besar dapat menyediakan daya berkepanjangan nan elastis dan dapat dijadwalkan untuk mendukung sistem daya terbarukan di masa depan,” ujarnya dikutip dari siaran pers nan diterima, Kamis (18/6).

Menurut Teir, keberhasilan uji coba tersebut menunjukkan bahwa teknologi hidrogen telah siap digunakan secara komersial. Tantangan berikutnya adalah mempercepat pengembangan regulasi, investasi, dan prasarana nan mendukung pemanfaatan hidrogen sebagai bagian dari sistem daya masa depan.

“Kami telah membuktikan bahwa teknologi ini siap. Sekarang, konsentrasi kudu pada menciptakan lingkungan nan tepat untuk meningkatkan skalanya, didukung oleh izin nan tegas, kejelasan investasi, dan prasarana nan diperlukan untuk mempercepat pertumbuhan daya terbarukan dan bahan bakar berkepanjangan seperti hidrogen. Teknologi ini sudah ada – sekarang saatnya untuk meningkatkannya,” kata Teir.

Hidrogen hijau dinilai mempunyai peran strategis dalam sistem daya rendah karbon lantaran tidak menghasilkan emisi karbon saat digunakan. Selain itu, hidrogen dapat berfaedah sebagai media penyimpanan daya dari pembangkit surya maupun angin dan digunakan kembali ketika produksi listrik dari daya terbarukan menurun.

Kehadiran teknologi tersebut menjadi semakin relevan seiring meningkatnya kapabilitas daya terbarukan dunia nan diproyeksikan mencapai nyaris 4.600 gigawatt (GW) pada 2030. Dalam kondisi tersebut, sistem kelistrikan memerlukan sumber daya elastis nan bisa menjaga stabilitas jaringan saat pasokan daya terbarukan berfluktuasi.

Spanyol dipilih sebagai letak pengetesan lantaran menjadi salah satu negara nan garang mengembangkan daya terbarukan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Pada Juni 2026, sejumlah pengguna Wärtsilä dari beragam negara juga telah menyaksikan langsung pengoperasian mesin tersebut sebagai bagian dari proses pengesahan komersial.

Komitmen Wärtsilä dalam pengembangan teknologi hidrogen juga telah diwujudkan di Indonesia. Pada November 2025, Wärtsilä berbareng PLN Indonesia Power sukses melakukan uji campuran hidrogen pada mesin Wärtsilä 50DF di Pembangkit Pesanggaran, Bali.

Dalam pengetesan tersebut, campuran hidrogen mencapai 23% pada kondisi beban parsial dan menunjukkan peningkatan efisiensi pembakaran serta penurunan emisi karbon dibandingkan penggunaan gas alam murni.

Energy Business Director Australasia Wärtsilä Energy, Kari Punnonen, mengatakan pengetesan di Spanyol maupun Indonesia menunjukkan elastisitas teknologi mesin Wärtsilä dalam mendukung transisi energi.

“Perkembangan seperti uji coba hidrogen Bermeo dan uji campuran hidrogen Pesanggaran Bali menyoroti sifat teknologi mesin Wärtsilä nan siap menghadapi masa depan dan elastis terhadap bahan bakar. Melalui kerjasama erat dengan pengguna dan mitra kami di Indonesia, kami secara aktif mengeksplorasi gimana keahlian ini dapat mendukung transisi Indonesia menuju daya bersih,” ujarnya.

Melalui pengembangan teknologi hidrogen tersebut, Wärtsilä menilai pembangkit listrik berbasis mesin elastis dapat menjadi salah satu solusi untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan sekaligus mendukung sasaran dekarbonisasi di beragam negara. (E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia