Merokok dan Obesitas Bisa Berkaitan dengan Risiko Kematian akibat Kanker Prostat

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Merokok dan Obesitas Bisa Berkaitan dengan Risiko Kematian akibat Kanker Prostat Ilustrasi(magnifik)

KEBIASAAN merokok dan mempunyai berat badan berlebih selama ini lebih sering dikaitkan dengan penyakit jantung, diabetes, hingga gangguan metabolisme. 

Namun, penelitian menunjukkan kedua aspek tersebut juga perlu diperhatikan lantaran dapat berangkaian dengan akibat kanker prostat nan lebih buruk.

Kanker prostat merupakan salah satu kanker nan paling banyak menyerang pria. Risiko penyakit ini meningkat seiring bertambahnya usia dan juga dipengaruhi aspek lain seperti riwayat keluarga, aspek genetik, serta etnisitas. 

Dikutip dari Cancer Research UK, kelebihan berat badan alias obesitas dapat berangkaian dengan meningkatnya akibat kanker prostat metastatik, ialah kanker nan telah menyebar ke bagian tubuh lain.

Temuan tersebut menjadi perhatian lantaran obesitas merupakan salah satu aspek akibat kanker nan sebenarnya dapat dimodifikasi. 

Obesitas sebagai kondisi ketika seseorang mempunyai indeks massa tubuh (BMI) 30 alias lebih, sementara BMI 25 hingga kurang dari 30 masuk kategori kelebihan berat badan. 

Meski demikian, lembaga tersebut menekankan bahwa hubungan antara obesitas dan kanker prostat tetap terus diteliti.

Perokok Berisiko Mengalami Dampak Lebih Buruk

Hubungan merokok dengan kanker prostat juga menarik perhatian peneliti. Sebuah penelitian nan diterbitkan dalam European Urology menganalisis info lebih dari 350.000 laki-laki untuk memandang kaitan antara kebiasaan merokok, berat badan, dan akibat kematian akibat kanker prostat.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa merokok tidak secara konsisten meningkatkan akibat seseorang didiagnosis kanker prostat. 

Namun, kebiasaan tersebut dikaitkan dengan akibat kematian akibat kanker prostat nan lebih tinggi. 

Risiko tersebut semakin terlihat ketika kebiasaan merokok ditemukan berbarengan dengan obesitas.

Penelitian itu menemukan laki-laki nan mengalami obesitas sekaligus merokok mempunyai akibat kematian akibat kanker prostat nan lebih tinggi dibandingkan laki-laki nan tidak pernah merokok dan mempunyai berat badan normal.

Bukan Berarti Pasti Terkena Kanker

Meski demikian, mempunyai berat badan berlebih alias kebiasaan merokok bukan berfaedah seseorang pasti bakal mengalami kanker prostat.

Berdasarkan laporan nan dikutip dari Cancer Research UK, bahwa kanker prostat tidak mempunyai satu penyebab nan dapat dicegah secara pasti. Usia, riwayat family dan aspek genetik tetap menjadi bagian krusial dalam menentukan akibat seseorang.

Karena itu, menjaga berat badan, berakhir merokok, rutin beraktivitas fisik, serta memperhatikan kesehatan secara berkala dapat menjadi langkah untuk menjaga kesehatan. 

Pria juga perlu berkonsultasi dengan tenaga medis andaikan mengalami perubahan alias keluhan nan berangkaian dengan saluran kemih dan prostat.

Sumber: Cancer Research UK, European Urology

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia