Feby Novalius
, Jurnalis-Kamis, 05 Februari 2026 |17:15 WIB

Penggabungan PT Pertamina Patra Niaga, PT Pertamina International Shipping, dan PT Kilang Pertamina Internasional menjadi satu . (Foto: Okezone.com/Pertamina)
JAKARTA - Penggabungan PT Pertamina Patra Niaga, PT Pertamina International Shipping, dan PT Kilang Pertamina Internasional menjadi satu dinilai sebagai langkah logis dan efisien. Merger ini tidak hanya menyederhanakan struktur organisasi, tetapi juga mengintegrasikan kegunaan kilang, pengangkutan, dan niaga dalam satu manajemen, sehingga dapat meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi biaya, dan memperkuat daya saing Pertamina Group.
Menurut pengamat daya Sofyano Zakaria, kebijakan tersebut merupakan strategi rasional, terukur, dan mempunyai dasar kuat dalam upaya meningkatkan keahlian perusahaan secara menyeluruh, baik dari sisi operasional, efisiensi biaya, maupun perolehan laba.
"Langkah merger ini bukan sekadar penyederhanaan struktur organisasi, melainkan bagian dari transformasi upaya nan selama ini memang dibutuhkan di tubuh Pertamina Group," ujarnya, Kamis (5/2/2026).
Menurutnya, selama ini terdapat pemisahan kegunaan nan terlalu kaku antara lini pengolahan (kilang), pengangkutan (shipping), dan pengedaran serta niaga (trading).
“Padahal, ketiga kegunaan tersebut sejatinya merupakan satu rantai nilai (value chain) nan saling mengenai dan sangat menentukan efisiensi biaya serta kecepatan pengambilan keputusan," tambah Sofyano.
Dengan bergabungnya ketiga entitas tersebut, koordinasi operasional bakal menjadi jauh lebih efektif. Pengadaan, pengiriman, pengolahan, hingga pengedaran produk BBM dan turunannya bisa berada dalam satu kendali manajemen nan terintegrasi. Hal ini diyakini bakal meminimalkan tumpang tindih kebijakan, mempercepat proses logistik, serta mengurangi biaya tidak perlu nan selama ini muncul akibat birokrasi antarperusahaan dalam satu grup nan sama.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·