Merasa Sehat Belum Tentu Selamat: saat Penyakit Mematikan Datang Tanpa Gejala

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

 saat Penyakit Mematikan Datang Tanpa Gejala

Cek kesehatan gratis. (Foto: Freepik)

CEK Kesehatan Gratis menemukan jutaan penduduk Indonesia menderita hipertensi, diabetes, hingga kolesterol tinggi tanpa mereka sadari. Kini tantangannya bukan lagi menemukan penyakit, tetapi memastikan masyarakat mau mengobatinya.

Suatu pagi, seseorang bangun seperti biasa. Ia berangkat bekerja, mengantar anak sekolah, apalagi tetap sempat bermain bulu tangkis berbareng teman-temannya di akhir pekan. Tidak ada keluhan berarti. Tidak ada rasa sakit. Tubuh terasa baik-baik saja.

70 Juta Warga Ikut Cek Kesehatan Gratis Sepanjang 2025

Namun ketika mengikuti Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darahnya jauh di atas normal. Gula darahnya pun mulai meningkat.

Ia termasuk orang nan selama ini merasa sehat, padahal penyakit perlahan berkembang di dalam tubuhnya.

Melalui pertimbangan Program Cek Kesehatan Gratis hingga 31 Juli 2026, Kementerian Kesehatan menemukan jutaan masyarakat Indonesia hidup berdampingan dengan penyakit nan sering disebut silent killer. Penyakit nan berkembang tanpa gejala, tetapi berujung pada stroke, serangan jantung, hingga kandas ginjal.

Wamenkes Dante

Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD, Ph.D mengatakan, banyak orang baru mengetahui dirinya menderita penyakit setelah kondisinya sudah cukup berat.

“Orang hipertensi enggak tahu jika dia hipertensi. Orang glukosuria enggak tahu jika dia diabetes,” ujarnya.

Menurut Prof. Dante, kejadian itu terlihat dalam sebuah studi di Jakarta. Dari setiap delapan orang, satu di antaranya menderita diabetes.

Ironisnya, lebih banyak orang nan tidak sadar dirinya menderita glukosuria dibanding mereka nan sudah mengetahui diagnosisnya. Bagi Kementerian Kesehatan, temuan tersebut menjadi argumen kenapa Program Cek Kesehatan Gratis tidak boleh berakhir hanya pada pemeriksaan.

Sementara itu, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengakui konsentrasi pemerintah sekarang mulai bergeser. Jika tahun sebelumnya perhatian utama adalah memperluas cakupan pemeriksaan kesehatan, maka tahun ini pemerintah mulai memastikan masyarakat nan terdeteksi sakit betul-betul mendapatkan pengobatan.

“Tahun lampau kita fokusnya ke ngeceknya. Tahun ini kita konsentrasi mulai tata laksananya, pengobatannya, perawatannya,” kata Budi.

Pemerintah memprioritaskan tiga kondisi kesehatan, ialah hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi. Alasannya sederhana, ketiga penyakit tersebut menjadi pintu masuk beragam penyakit mematikan nan selama ini menjadi penyebab kematian terbesar masyarakat Indonesia.

“Kalau tiga ini bisa kita kendalikan, penyakit stroke, jantung, ginjal, tiga dari empat penyakit pembunuh utama itu bisa kita kurangi,” ujarnya.

Target akhirnya bukan sekadar menambah jumlah masyarakat nan diperiksa, tetapi meningkatkan usia angan hidup masyarakat Indonesia hingga 76 tahun pada 2029.

Sebagai informasi, info Cek Kesehatan Gratis menunjukkan sungguh besarnya tantangan kesehatan masyarakat Indonesia. Hingga akhir Juli 2026, sebanyak 73 juta orang telah mengikuti pemeriksaan kesehatan.

Angka ini apalagi melampaui capaian sepanjang tahun sebelumnya. Dari puluhan juta peserta tersebut ditemukan:

- 4,9 juta orang mengalami hipertensi

- 5,5 juta berada pada kondisi prehipertensi

- Hampir 1 juta orang terdiagnosis diabetes

- 1,9 juta lainnya berada pada fase prediabetes

- Sekitar 11 juta orang mengalami obesitas

- Ratusan ribu peserta juga ditemukan mempunyai gangguan lemak darah alias dislipidemia.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com