Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah tengah berpacu dengan waktu untuk memulihkan prasarana nan rusak akibat musibah di wilayah Sumatera. Di saat proses rehabilitasi jalan dan jembatan nasional di Sumatera Utara tetap berlangsung, cuaca ekstrem kembali menimbulkan kerusakan pada kediaman sementara (huntara) penduduk terdampak musibah di Aceh Utara.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mencatat sedikitnya 274 titik kerusakan pada jaringan jalan dan jembatan nasional di Sumatera Utara akibat musibah nan terjadi sejak akhir 2025. Dari jumlah tersebut, sebanyak 99 letak ditargetkan selesai ditangani pada tahun ini, sementara sisanya bakal dilanjutkan secara berjenjang hingga 2028.
"Akses jalan dan jembatan adalah kunci utama pergerakan logistik, pelayanan darurat, dan pemulihan ekonomi masyarakat. Karena itu, sejak awal kami bekerja tanpa jarak untuk memastikan keterisolasian wilayah bisa ditangani secepat mungkin. Keselamatan masyarakat dan kelancaran mobilitas menjadi prioritas kami," kata Menteri PU Dody Hanggodo dalam keterangannya, dikutip Rabu (10/6/2026).
Penanganan dilakukan pada lima koridor utama jalan nasional dengan total panjang ruas sekitar 500 kilometer. Setelah pekerjaan tanggap darurat rampung pada awal 2026, pemerintah sekarang memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi permanen.
Hingga saat ini, progres penanganan secara keseluruhan baru mencapai sekitar 18,31% alias setara 45 letak nan telah mendapatkan penanganan permanen. Sejumlah titik bangunan tetap berjalan di beragam ruas strategis seperti Tarutung-Sipirok-Padang Sidempuan, Tarutung-Sibolga, Batangtoru-Singkuang hingga jalur Sibolga-Batangtoru-Padang Sidempuan.
Di tengah upaya pemulihan tersebut, cuaca ekstrem kembali menjadi tantangan. Angin kencang nan melanda Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, merusak puluhan unit huntara nan saat ini tetap dihuni penduduk terdampak bencana.
Berdasarkan info pemerintah daerah, kerusakan terjadi pada 36 unit huntara Rumoh Rayeuk, lima unit huntara Desa Langkahan, tujuh unit huntara Bukit Linteung dan 10 unit huntara Geudumbak.
"Pemerintah bergerak sigap untuk memastikan masyarakat terdampak mendapatkan penanganan nan diperlukan. Kami telah berkoordinasi langsung dengan Menteri PU, dan perbaikan huntara nan mengalami kerusakan ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu tujuh hari," ujar Kepala Posko Wilayah Aceh Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Safrizal ZA.
(fys/mij)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·