Menteri PU Sebut Tol Getaci Kurang Diminati Investor, Anggaran Bisa Dialihkan

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Menteri PU, Dody Hanggodo di Kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan pada Jumat (10/4). Foto: Argya Maheswara/kumparan

Menteri PU, Dody Hanggodo, mengatakan kelanjutan proyek Tol Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap (Getaci) kurang diminati oleh investor.

Dody membuka opsi bahwa anggaran dari pemerintah nantinya bakal dialihkan ke proyek lain.

“Biasanya jika satu proyek nan kita tawarkan itu nggak banyak minatnya ya biasanya kan itu lantaran trafiknya kurang. Kalau trafiknya kurang kan agar tetap menarik kan pemerintah chip in kan,” kata dia dalam silaturahmi berbareng wartawan di Kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan pada Jumat (10/4).

Nantinya anggaran support bangunan untuk Getaci dapat dialihkan ke proyek lain, misalnya proyek bendungan. Beberapa di antaranya adalah waduk Cibeet dan Cijurey.

“Apakah lebih baik kita misalnya chip in di Getaci misalnya alias kita percepat (konstruksi) Cibeet dan Cijurey agar Karawang dan Bekasi itu nggak banjir lagi ke depannya,” ujarnya.

Untuk kedua waduk tersebut, Dody memang menarget progres pengerjaannya bisa rampung dalam waktu dekat. Paling cepat, proyek itu bisa selesai tahun depan.

“Saya sih berambisi bisa selesai paling nggak 2027-2028 ya. Karena ya tadi itu, dengan mata kepala saya sendiri melihat, jika itu nggak segera diselesaikan saya cemas karawang dan Bekasi banjir lagi. Jadi paling nggak selesai 2027 dan sisanya 2028,” kata Dody.

Foto udara sejumlah kendaraan memasuki pintu keluar Tol Gedebage di KM 149 Jalan Tol Cipularang, Bandung, Jawa Barat, Senin (24/4/2023). Foto: Raisan Al Farisi/Antara Foto

Sebelumnya, Tol Getaci terdiri dari empat seksi, ialah Seksi 1 Junction Gedebage-Garut Utara (45,20 km), seksi 2 Garut Utara-Tasikmalaya (50,32 km), seksi 3 Tasikmalaya-Patimuan (76,78 km), dan seksi 4 Patimuan-Cilacap (34,35 km).

Sejak Mei 2025 lalu, proyek tersebut memang tengah dikaji ulang. Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Rachman Arief Dienaputra menjelaskan keputusan mengkaji ulang proyek jalan tol lantaran terdapat segmen nan memerlukan biaya sangat tinggi.

“Karena memang biaya dari Bandung-Garut itu terlalu mahal. Harus dikaji ulang lagi,” kata Arief.

instagram embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan