Menteri P2MI Jelaskan Upaya Lindungi 20 Ribu TKI Saat Timur Tengah Memanas

Sedang Trending 5 bulan yang lalu
Jakarta -

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mengatakan ada 20 ribu pekerja migran Indonesia alias tenaga kerja Indonesia (TKI) di sejumlah negara Timur Tengah. Dia mengatakan P2MI telah menyiapkan mitigasi jika bentrok bertambah parah.

Hal itu disampaikan Mukhtarudin dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026). Dia menyebut P2MI telah membentuk Tim Crisis Monitoring Dirjen Perlindungan.

"Secara harian melakukan monitoring dan koordinasi dengan perwakilan kita nan ada di luar negeri. Terutama di daerah-daerah nan bentrok dan sekitar wilayah konflik. Serta melakukan langkah-langkah mitigasi perlindungan," kata Mukhtarudin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menyebut P2MI bakal mempertimbangkan penghentian sementara pengiriman TKI ke wilayah terdampak konflik. Kementerian P2MI juga bakal mengecek perusahaan penempatan pekerja migran ke wilayah tersebut.

"Jadi kita juga mitigasi, sehingga daerah-daerah nan memang rawan sangat bentrok dan berpotensi tidak, konfliknya membesar, kita bakal cooling down untuk melakukan penempatan," ujar Mukhtarudin.

"Kemudian melakukan pendataan P3MI, perusahaan penyalur, nan melakukan penempatan ke 20 area Timur Tengah untuk memperoleh info hambatan pekerja migran Indonesia mengenai situasi," sambungnya.

Dia mengatakan kebanyakan pekerja migran di wilayah bentrok terdampak psikologis. Mereka disebut mengalami trauma mendengar ledakan peledak hingga rudal sehari-hari.

"Traumatik, psikologis ini mereka rasakan lantaran mendengar bom, rudal, nan hari-hari mereka agak sedikit. Dan kita menyiapkan sudah konsultasi psikologis secara daring, online ya, sesuai dengan kebutuhan nan dibutuhkan. Dan ini sudah berjalan," ujarnya.

Dia menyebut ada 20.784 pekerja migran Indonesia nan tersebar di beberapa negara di Asia Barat tersebut. Data tersebut merupakan perjanjian kerja aktif pada 2023 sampai Maret 2026.

"Terdapat 20.784 perjanjian aktif ya pekerja migran kita di sektor ahli perbatasan. Jadi 2023 sampai 30 Maret 2026. Jadi ada, kurang lebih ada 20.000 perjanjian nan tetap aktif berfaedah orang nan ada di sana," ujar Mukhtarudin.

Muktharudin mengatakan ada 86 kejuaraan pekerjaan migran Indonesia di perbatasan Iran pada periode 1 Maret hingga 7 April 2026. Pekerja migran itu tersebar di wilayah Arab Saudi, Turki hingga Uni Emirat Arab.

"Nah, periode 1 Maret sampai 7 April, terdapat 86 kejuaraan pekerja migran Indonesia di perbatasan Iran, ya. Didominasi pekerja migran Indonesia di negara Arab Saudi 141 orang, Turki 18 orang, dan Persatuan Emirat Arab 11 orang," ucapnya.

(dwr/haf)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News