Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo membenarkan ucapan Presiden Prabowo Subianto soal negara gambaran alias jaringan rahasia namalain deep state di Kementerian PU. Dody mengatakan deep state itu seperti rayap pada kayu.
"Ya gimana saya kudu mengatakan bahwa nan selama ini didengung-dengungkan oleh Pak Presiden Prabowo Subianto, ada deep state di Kementerian PU, memang ada," kata Dody Hanggodo dalam aktivitas media briefing di Kementerian PU, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (22/5/2026).
Dody mengatakan deep state di Kementerian PU seperti rayap pada kayu nan tetap bagus. Dia menyebut kayu nan dipenuhi rayap tersebut bakal ambrol jika digoyang.
"Coba kayunya disenggol dikit, pasti ambrol kan? Sama. Deep state itu kayak rayap-rayap ini. Padahal, padahal, birokrasi itu adalah salah satu dari tiga pilar utama nan Pak Presiden sebut sebagai state craft. Pilar negara," ujarnya
"Ada tentara nan kuat. Ada polisi, intelijen nan berkualitas. Dan jangan lupa nan paling akhir, birokrasi nan berintegritas, nan juga kuat. Salah satu dari pilar ini lemah, pasti negaranya ambrol, seberapa kuat penuhnya di atas ini," imbuhnya.
Dody menganalogikan langkah mengatasi deep state di Kementerian PU adalah dengan melakukan fumigasi pada kayu. Dia mengatakan perihal itulah nan mendasari keputusannya sering melakukan pergantian pejabat.
"Bagi saya, menjelaskan deep state di Kementerian Pekerjaan Umum, kayak saya menganalogikan dengan rayap di dalam kayu lah. Bagaimana langkah menyelesaikannya? Ya kayunya difumigasi. Kalau sudah parah, ya diganti. Udah gitu saja. Itu sebabnya kemudian kenapa bolak-balik saya gonta tukar eselon 1, bolak-balik saya tukar eselon 2, eselon 3, dan seterusnya. Even kepala balai," ujarnya.
Dody mengatakan program prioritas pemerintah nan menyangkut rencana hidup orang banyak tak boleh dikompromi. Namun, dia tetap percaya banyak anak buahnya nan mau bekerja dengan benar.
"Saya tetap haqqul yakin, haqqul percaya sekali, dari 38.600 ASN nan ada di Kementerian PU, saya haqqul percaya tetap super banyak nan mau bekerja dengan baik dan benar," ujarnya.
Prabowo Sempat Singgung Deep State
Presiden Prabowo Subianto pernah menyinggung soal deep state dalam wawancara berbareng dua wartawan senior dan empat pengamat di kediamannya di Hambalang, Selasa (17/3/2026). Dalam perbincangan tersebut, Prabowo menilai persoalan mendasar birokrasi tidak hanya terletak pada sistem, tetapi juga pada budaya dan kebiasaan nan sudah berjalan lama.
"Kita menemukan deep-state, kita menemukan ada dirjen-dirjen nan berani melawan menteri. Akhirnya kita pecatkan banyak sekali dirjen-dirjen. Ada dirjen-dirjen nan merasa untouchable. Ada lembaga-lembaga nan merasa tidak boleh diaudit. Ini pekerjaan tidak ringan," tutur Prabowo.
Eks Pejabat Kementerian PU Tersangka
Terbaru, Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta menetapkan tiga orang tersangka mengenai kasus dugaan korupsi dalam sejumlah proyek pada Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan penyelenggaraan Anggaran Belanja Rutin pada Sekretariat Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Kerugian negara dalam perkara ini lebih dari Rp 16 miliar.
"Dengan kerugian negara setidaknya lebih dari Rp 16 miliar," kata Kasipenkum Kejati DKI Jakarta, Dapot Pariarma, kepada wartawan, Kamis (21/5).
Tiga tersangka tersebut adalah Dwi Purwantoro (DP) selaku Direktur Jenderal Sumber Daya Air sejak Juli 2025 hingga Januari 2026, Riono Suprapto (RS) selaku Sekretaris Dirjen Cipta Karya, dan Adi Suadi (AS) selaku pejabat PPK. Ketiga tersangka ditahan.
(mib/haf)
11 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·