Mentan Ungkap Ada 4 Perusahaan Terduga Penipuan Kualitas Beras, Rampok Rp98 Triliun

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Mentan Ungkap Ada 4 Perusahaan Terduga Penipuan Kualitas Beras, Rampok Rp98 Triliun

Mentan Ungkap Ada 4 Perusahaan Terduga Penipuan Kualitas Beras, Rampok Rp98 Triliun (Foto: Kementan)

JAKARTA - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membongkar dugaan praktik penipuan mutu beras nan melibatkan empat grup perusahaan besar. Aksi manipulasi kualitas beras tersebut diperkirakan mengeruk untung terlarangan hingga triliunan rupiah dan memicu kerugian konsumen.

Sistem kecurangan terstruktur ini diungkap setelah pengetesan laboratorium menunjukkan adanya dugaan manipulasi mutu beras skala besar di tingkat produsen. Amran menegaskan bahwa perolehan nomor dahsyat oleh empat grup perusahaan tersebut sebagai kejahatan ekonomi nan merugikan masyarakat.

"Ada satu grup, itu untungnya Rp2 triliun. Nah kita hitung, ini jadi bukan keuntungan, ya, ini penipuan, perampokan nan hitungan Rp98 triliun," kata Amran di Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Pengusutan mengungkap bahwa perkiraan kerugian konsumen nan mencapai rentang Rp98 triliun, berasal dari pergerakan empat grup korporasi besar alias bukan sekadar empat unit pabrik penggilingan. 

Dari kalkulasi pembagian pasar tersebut, satu grup korporasi bisa mengantongi hingga Rp2,08 triliun per bulan alias setara Rp24 triliun per tahun.

"Empat grup ya, bukan empat pabrik. Empat grup ini, dibagi 100 triliun (omzetnya), 25 kan? 25 dibagi 12, Rp2,08 triliun. Salah satu nilainya 2 triliun (hanya satu grup korporasi). Ada nan mini (dapat keuntungan," kata Amran.

Adapun, Bareskrim Polri sempat melakukan penyelidikan terhadap empat korporasi, mulai dari Wilmar Group, PT Food Station Tjipinang Jaya, PT Belitang Panen Raya, dan PT Sentosa Utama Lestari (Japfa Group) mengenai dugaan pelanggaran mutu dan takaran beras.

Amran menjelaskan ada alokasi anggaran untuk menopang nilai produksi padi nasional hingga menembus Rp537 triliun, seiring capaian produksi beras sebesar 34,69 juta ton. Kendati demikian, pembagian hasil ekonomi di rantai pasok ini dinilai tetap jauh dari kata merata. 

Dari alokasi senilai Rp215 triliun nan bergulir di tingkat bawah, pendapatan per rumah tangga petani nyatanya hanya mengantongi Rp1,87 juta, sementara para pengusaha penggilingan alias rice milling unit (RMU) justru mengeruk porsi terbesar mencapai Rp259 triliun.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com