JAKARTA - Kementerian Pertanian melaporkan hasil ubinan percontohan sistem Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Desa Sei Buluh Serdang Bedagai mencapai 12 ton per hektare untuk varietas Inpari 33 pada 13 Agustus 2026.
Angka tersebut merupakan hasil pengetesan pada letak percontohan, bukan produktivitas rata-rata kabupaten alias provinsi. Pendekatan ini mencakup varietas unggul, pengaturan jarak tanam, pengelolaan air dan hara serta mekanisasi.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan bahwa modernisasi kudu memberi faedah langsung kepada pelaku upaya tani.
"Yang kita kejar adalah kesejahteraan petani. Pertanian modern kudu beralih bentuk menjadi pertanian nan menjadikan petani sejahtera,” ujarnya dikutip Jumat (23/10/2026).
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi padi Sumatera Utara sepanjang 2025 mencapai 2.752.655 ton gabah kering giling (GKG), meningkat 547,78 ribu ton alias 24,84 persen dibandingkan 2024 sebesar 2.204.876 ton.
Produksi beras untuk konsumsi pangan masyarakat mencapai 1.578.968 ton, naik sekitar 314,22 ribu ton dari tahun sebelumnya. Angka tersebut merupakan hasil final BPS nan diterbitkan pada 2 Februari 2026.
Pendorong utama kenaikan produksi tersebut adalah ekspansi luas panen. Luas panen padi naik dari 419.463 hektare pada 2024 menjadi 535.009 hektare pada 2025, bertambah sekitar 115,55 ribu hektare alias 27,55 persen.
Pada saat nan sama, produktivitas rata-rata justru berubah dari 52,56 menjadi 51,45 kuintal per hektare. Dengan demikian, pertumbuhan produksi terutama ditopang bertambahnya luas panen, bukan kenaikan hasil rata-rata per hektare.
Temuan ini sekaligus menegaskan pentingnya peningkatan produktivitas agar pertumbuhan dapat dipertahankan.
Kontribusi terbesar pada 2025 berasal dari Kabupaten Serdang Bedagai dengan produksi 356.508 ton GKG, diikuti Deli Serdang 298.852 ton, Mandailing Natal 223.288 ton, Simalungun 187.490 ton, dan Langkat 163.674 ton.
43 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·