Review Circe Karya Madeline Miller

Sedang Trending 21 jam yang lalu

Circe – Bagaimana jika seseorang nan terlahir di antara para dewa justru dianggap berbeda dan tidak pernah betul-betul diterima oleh kaumnya sendiri?

Di tengah bumi nan dipenuhi kekuatan luar biasa, keabadian, dan kemegahan Olympus, tidak semua makhluk mempunyai tempat nan sesuai dengan angan mereka. Terkadang, perjalanan untuk menemukan jati diri justru dimulai ketika seseorang kudu menghadapi penolakan, kesendirian, dan pilihan hidup nan tidak mudah.

Kisah tentang pencarian jati diri inilah nan diangkat dalam Circe, novel garapan Madeline Miller nan menghidupkan kembali sosok penyihir terkenal dalam mitologi Yunani melalui perspektif pandang nan berbeda.

Circe merupakan putri Helios, dewa matahari, tetapi sejak awal kehidupannya dia dianggap tidak mempunyai keistimewaan seperti personil keluarganya nan lain. Lantaran merasa terasing, Circe mencari tempat untuk dirinya sendiri di bumi manusia hingga menemukan keahlian sihir nan mengubah perjalanan hidupnya.

Kemampuan tersebut justru membawa Circe pada nasib nan tidak pernah dibayangkannya. Zeus merasa terancam oleh kekuatan nan dimilikinya dan memutuskan untuk mengasingkannya ke sebuah pulau terpencil.

Di tempat itulah Circe mengasah kemampuannya dan berjumpa dengan sejumlah tokoh terkenal dalam mitologi Yunani. Namun, perjalanan tersebut tidak selalu melangkah mudah lantaran tindakannya turut membangkitkan kemarahan manusia maupun para dewa.

Diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada 17 Desember 2022 dengan ketebalan 544 halaman, Circe menawarkan kisah khayalan mitologis tentang kekuatan, kesendirian, dan keberanian menentukan jalan hidup sendiri.

Ketika kudu memilih antara para dewa nan merupakan keluarganya dan manusia nan telah disayanginya, mampukah Circe menentukan nasibnya tanpa kudu kehilangan segala sesuatu nan berfaedah baginya? Yuk, Grameds, kita simak ulasan kitab Circe berbareng Gramin!

Profil Madeline Miller – Penulis Novel Circe

Madeline Miller adalah novelis asal Amerika Serikat nan dikenal melalui karya-karyanya nan terinspirasi dari mitologi Yunani. Ia lahir pada 24 Juli 1978 di Boston dan tumbuh di New York City serta Philadelphia.

Ketertarikannya terhadap mitologi Yunani telah muncul sejak kecil, salah satunya berkah sang ibu nan mulai membacakan The Iliad kepadanya ketika berumur lima tahun. Ia juga mulai mempelajari bahasa Latin pada usia sebelas tahun, nan kemudian turut membentuk minat akademis dan pekerjaan kepenulisannya.

Miller menempuh pendidikan di Brown University dan meraih gelar sarjana serta magister dalam bagian classics, ialah studi mengenai bahasa, sastra, dan kebudayaan klasik. Setelah menyelesaikan pendidikannya, dia mengajar bahasa Latin, Yunani, dan karya-karya Shakespeare kepada siswa sekolah menengah.

Di sela pekerjaannya sebagai pengajar, Miller menghabiskan waktu selama sepuluh tahun untuk menulis novel pertamanya, The Song of Achilles, nan diterbitkan pada 2011.

Novel tersebut mengangkat kisah Achilles dan Patroclus dalam mitologi Yunani serta sukses memenangkan Orange Prize for Fiction, menjadikan Miller sebagai novelis debut keempat nan meraih penghargaan tersebut.

Setelah kesuksesan novel pertamanya, Miller menerbitkan Circe pada 2018. Melalui novel ini, dia kembali mengeksplorasi mitologi Yunani dengan menghadirkan perspektif pandang seorang tokoh wanita nan kerap dikenal melalui kisah para pahlawan.

Karya-karyanya menunjukkan ketertarikannya dalam menafsirkan kembali cerita klasik dengan memberikan perhatian lebih pada pengalaman dan pergulatan jiwa para tokohnya.

Pada 2019, Miller juga menjadi salah satu penerima Alex Awards, sebuah penghargaan nan diberikan kepada buku-buku untuk pembaca dewasa nan mempunyai daya tarik bagi kalangan pembaca muda dewasa.

Sinopsis Circe

Circe

Di istana Helios, dewa matahari, lahirlah Circe, seorang anak wanita nan dianggap berbeda dari keluarganya. Ia tidak mempunyai kekuatan seperti sang ayah maupun pesona seperti ibunya.

Karena kesulitan menemukan teman, Circe mencari kedekatan dengan bumi manusia hingga akhirnya mengembangkan keahlian sebagai penyihir. Zeus nan merasa terancam oleh kekuatannya kemudian mengasingkan Circe ke sebuah pulau terpencil.

Di tempat pengasingan tersebut, Circe mengasah keahlian sihirnya dan berjumpa dengan sejumlah tokoh terkenal dalam mitologi, termasuk Minotaur, Daedalus dan Icarus, Medea, serta Odysseus. Namun, hidup dalam kesendirian juga membuatnya menghadapi beragam bahaya.

Tanpa sengaja, Circe membangkitkan kemarahan manusia dan para dewa, hingga akhirnya kudu berhadapan dengan salah satu dewa Olympus nan paling menakutkan dan pendendam.

Demi melindungi hal-hal nan paling dicintainya, Circe kudu mengerahkan seluruh kekuatannya dan menentukan pilihan antara para dewa nan telah melahirkannya alias manusia nan telah terlanjur disayanginya.

Kelebihan dan Kekurangan Circe

Pros & Cons

Pros

  • Menghadirkan perspektif pandang baru dalam Mitologi Yunani.
  • Perkembangan karakter Circe nan kuat dan bermakna.
  • Gaya bahasa nan puitis dan memikat.
  • Mengangkat perjuangan wanita dalam bumi nan dikuasai laki-laki.
  • Menggambarkan cinta dan ikatan family secara mendalam.
  • Memadukan unsur khayalan dengan tema kehidupan nan relatable.

Cons

  • Alur nan condong lambat.

Kelebihan Circe

Circe karya Madeline Miller mempunyai beberapa kelebihan nan membuatnya menarik untuk dibaca.

  • Menghadirkan perspektif pandang baru dalam Mitologi Yunani

Salah satu kelebihan novel Circe adalah keberhasilannya mengangkat kisah mitologi Yunani dari perspektif pandang tokoh wanita nan selama ini lebih dikenal sebagai penyihir dalam kisah The Odyssey.

Madeline Miller tidak sekadar menceritakan kembali legenda nan sudah dikenal, tetapi juga memberikan ruang bagi Circe untuk menyampaikan pengalaman, perasaan, dan pandangannya sendiri.

Melalui pendekatan ini, pembaca diajak memandang kembali tokoh-tokoh mitologi dari sisi nan lebih manusiawi, termasuk memahami bahwa sosok nan dianggap jahat alias rawan belum tentu sesederhana gambaran dalam cerita nan diwariskan selama berabad-abad.

  • Perkembangan karakter Circe nan kuat dan bermakna

Circe digambarkan sebagai sosok nan sejak awal merasa berbeda dan tidak sepenuhnya diterima, apalagi oleh keluarganya sendiri. Namun, perjalanan hidupnya membikin dia perlahan mengenali kemampuan, membangun keberanian, dan memahami nilai dirinya.

Perkembangan karakter ini menjadi salah satu daya tarik utama novel lantaran Circe tidak langsung tampil sebagai wanita nan sepenuhnya kuat. Ia mengalami kesepian, kehilangan, kekecewaan, dan beragam pergulatan jiwa sebelum akhirnya belajar menentukan jalan hidupnya sendiri.

Perjalanannya terasa berarti lantaran kekuatan Circe tidak hanya berasal dari keahlian sihirnya, tetapi juga dari keteguhan untuk tetap memperkuat dan berkembang di tengah beragam kesulitan.

  • Gaya bahasa nan puitis dan memikat

Madeline Miller mempunyai style penulisan nan liris, indah, dan kaya bakal penggambaran suasana.

Deskripsi mengenai pulau Aiaia, alam, kehidupan para dewa, serta pengalaman jiwa Circe membikin bumi dalam novel terasa hidup dan mudah dibayangkan.

Selain itu, pilihan kata nan dia gunakan juga bisa menyampaikan emosi secara mendalam tanpa selalu kudu menjelaskannya secara gamblang.

Gaya bahasa seperti ini membikin Circe tidak hanya menarik dari segi cerita, tetapi juga menawarkan pengalaman membaca nan reflektif.

Pembaca nan menyukai narasi puitis dan kalimat-kalimat berarti kemungkinan besar bakal menikmati langkah Miller merangkai kisah ini.

  • Mengangkat perjuangan wanita dalam bumi nan dikuasai laki-laki

Novel ini turut menghadirkan kritik terhadap langkah wanita digambarkan dalam kisah-kisah kepahlawanan.

Dalam bumi nan dikuasai para dewa laki-laki dan tradisi nan mengagungkan pahlawan, wanita kerap ditempatkan sebagai tokoh pendamping, penggoda, alias ancaman nan kudu ditaklukkan.

Melalui Circe, Miller memperlihatkan gimana seorang wanita berupaya memperoleh kendali atas hidupnya sendiri, meskipun pilihan dan tindakannya kerap dinilai berasas kepentingan orang lain.

Tema feminisme dalam novel ini terasa kuat lantaran disampaikan melalui pengalaman dan keputusan Circe, bukan hanya melalui pendapat nan diutarakan secara langsung.

Kisahnya pun membujuk pembaca mempertanyakan siapa nan berkuasa menentukan gimana sebuah cerita dikenang dan siapa nan selama ini mendapat kesempatan untuk menjadi pahlawan.

  • Menggambarkan cinta dan ikatan family secara mendalam

Di kembali kisah sihir dan mitologi, Circe juga mengeksplorasi beragam corak cinta, mulai dari hubungan romantis, kasih sayang seorang ibu, hingga ikatan dengan orang-orang nan dipilih untuk menjadi bagian dari kehidupan.

Hubungan Circe dengan putranya menjadi salah satu sisi emosional nan menonjol lantaran memperlihatkan besarnya kemauan seorang ibu untuk melindungi anaknya, sekaligus ketakutan nan dapat menyertai rasa cinta tersebut.

Novel ini juga menunjukkan bahwa hubungan darah tidak selalu menjamin kasih sayang dan penerimaan. Sebaliknya, ikatan nan tumbuh melalui kepedulian, kepercayaan, dan pengalaman berbareng dapat menjadi family nan sama berharganya.

Penggambaran ini memberikan kedalaman emosional pada perjalanan Circe dan membikin kisahnya terasa dekat dengan pengalaman manusia.

  • Memadukan unsur khayalan dengan tema kehidupan nan relatable

Walaupun berlatar bumi para dewa dan makhluk mitologi, persoalan nan dihadapi Circe tetap berangkaian dengan pengalaman manusia, seperti kemauan untuk diterima, pencarian jati diri, kehilangan, kesepian, dan keberanian untuk menentukan pilihan.

Pengasingan nan awalnya tampak sebagai balasan juga menjadi bagian krusial dari proses Circe dalam mengenali dirinya sendiri dan mengembangkan kemampuannya. Perjalanan tersebut membikin unsur khayalan dalam novel tidak sekadar menjadi hiasan cerita, melainkan sarana untuk membahas persoalan nan lebih universal.

Pembaca pun dapat menemukan refleksi tentang pentingnya menghargai diri sendiri, tidak membiarkan masa lampau sepenuhnya menentukan masa depan, serta memahami bahwa seseorang tetap mempunyai kesempatan untuk menulis kisah hidupnya sendiri.

Kekurangan Circe

Meskipun novel karya Madeline Miller ini menawarkan banyak kelebihan, novel ini tetap tidak luput dari kekurangan nan bisa menjadi pertimbangan bagi pembaca. 

  • Alur nan condong lambat

Salah satu perihal nan mungkin menjadi kekurangan novel Circe adalah alurnya nan condong melangkah perlahan.

Cerita lebih banyak berfokus pada perjalanan hidup, perkembangan karakter, hubungan antartokoh, dan pergulatan jiwa Circe daripada menghadirkan bentrok nan terus bergerak cepat.

Beberapa bagian terasa lebih menekankan suasana dan perenungan dibandingkan tindakan alias ketegangan nan intens.

Pendekatan ini memang mendukung kedalaman karakter dan tema cerita, tetapi pembaca nan menyukai khayalan dengan tempo cepat, banyak kejutan, alias bentrok nan padat mungkin memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri.

Oleh lantaran itu, novel ini lebih cocok dinikmati secara berjenjang oleh pembaca nan menyukai kisah berorientasi pada karakter dan eksplorasi emosional.

Mengenal lebih jauh Helios, Dewa Matahari dan Ayah Circe 

Grameds, tahukah kalian bahwa Circe dalam novel karya Madeline Miller merupakan putri dari salah satu tokoh krusial dalam mitologi Yunani, ialah Helios, sang dewa Matahari?

Hubungan family Circe cukup menarik untuk ditelusuri lantaran mempertemukan para Titan, Nimfa, dan tokoh-tokoh nan mempunyai peran krusial dalam beragam legenda Yunani.

Melalui silsilah keluarganya, kita juga bisa memahami latar belakang Circe dan argumen kehidupannya di lingkungan para dewa tidak selalu melangkah mudah.

Helios, Sang Dewa Matahari

Helios merupakan putra Titan Hyperion dan Theia. Dalam mitologi Yunani, dia dikenal sebagai personifikasi Matahari nan melintasi langit setiap hari dengan kereta nan ditarik oleh kuda-kuda berapi.

Berbeda dari Apollo nan pada masa-masa tertentu juga diasosiasikan dengan Matahari, Helios sejak awal memang dikenal sebagai dewa nan mewakili Matahari itu sendiri. Karena perannya sebagai saksi nan memandang beragam peristiwa dari langit, Helios juga muncul dalam sejumlah kisah mitologi sebagai sosok nan mengetahui rahasia para dewa maupun manusia.

Dalam kisah Circe, Helios menjadi ayah nan mempunyai kedudukan tinggi di antara para dewa, tetapi hubungan keluarganya tidak selalu diwarnai kehangatan dan penerimaan.

Circe, Putri Helios dan Perse

Circe merupakan putri Helios dan Perse, seorang Oceanid, ialah nimfa nan merupakan keturunan para Titan Oceanus dan Tethys.

Dengan demikian, Circe mempunyai garis keturunan dari dua family besar dalam mitologi Yunani. Meskipun merupakan anak seorang Titan nan berkuasa, Circe tidak selalu mendapatkan penghormatan nan sama seperti personil keluarganya nan lain.

Dalam kisah Madeline Miller, dia digambarkan mempunyai bunyi nan dianggap biasa dan tidak mempunyai pesona nan diharapkan dari keturunan para dewa. Perbedaan tersebut membikin Circe merasa tersisih, apalagi di lingkungan keluarganya sendiri.

Namun, perjalanan hidupnya kemudian memperlihatkan bahwa kekuatan seseorang tidak selalu ditentukan oleh kedudukan, penampilan, alias pengakuan dari orang lain.

Aeëtes, Pasiphaë, dan Perses, Saudara-Saudara Circe

Circe mempunyai tiga kerabat nan dikenal dalam tradisi mitologi, ialah Aeëtes, Pasiphaë, dan Perses. Aeëtes dikenal sebagai raja Kolkhis dan ayah Medea dalam sejumlah jenis mitos. Pasiphaë merupakan istri Raja Minos dari Crete dan ibu Minotaur, makhluk legendaris berkepala banteng dan bertubuh manusia. Sementara itu, Perses merupakan kerabat Circe nan kisahnya tidak seterkenal Aeëtes dan Pasiphaë.

Ketiga kerabat ini memperlihatkan sungguh luasnya hubungan family Circe dengan beragam legenda besar dalam mitologi Yunani.

Melalui mereka, kisah Circe juga terhubung dengan cerita tentang Medea, Minotaur, dan tokoh-tokoh lain nan mungkin sudah dikenal oleh para pecinta mitologi.

Silsilah Keluarga Circe dan Hubungannya dengan Para Tokoh Mitologi

Jika ditelusuri, silsilah Circe membentuk jaringan hubungan nan menghubungkan banyak kisah terkenal. Helios adalah ayah Circe, sedangkan Perse merupakan ibunya. Aeëtes dan Pasiphaë adalah kerabat Circe, sementara Medea merupakan keponakannya melalui Aeëtes. Minotaur pun mempunyai hubungan family dengannya melalui Pasiphaë.

Meski demikian, mitologi Yunani mempunyai beragam jenis nan berkembang dari sumber-sumber kuno, sehingga rincian hubungan family alias kisah setiap tokoh terkadang berbeda.

Hal inilah nan membikin mitologi Yunani begitu menarik untuk dipelajari, karena satu tokoh dapat menjadi penghubung bagi beragam cerita nan saling berkaitan.

Melalui silsilah ini, Grameds dapat memandang bahwa Circe bukanlah tokoh nan berdiri sendiri dalam mitologi Yunani. Ia merupakan bagian dari family besar nan melibatkan para Titan, penguasa, penyihir, dan makhluk legendaris.

Madeline Miller kemudian mengambil latar mitologis tersebut dan mengolahnya menjadi kisah nan berpusat pada pengalaman Circe sebagai individu.

Dengan begitu, pembaca tidak hanya mengenal sosok Circe sebagai penyihir, tetapi juga memahami keluarga, asal-usul, dan perjalanan panjang nan membentuk dirinya.

Penutup

Novel Circe karya Madeline Miller bisa menjadi pilihan referensi nan menarik bagi Grameds nan menyukai mitologi Yunani, kisah fantasi, dan cerita tentang perjalanan menemukan jati diri.

Melalui sosok Circe, Miller menghadirkan perspektif baru terhadap tokoh nan selama ini lebih dikenal sebagai penyihir dalam legenda, sekaligus menggambarkan perjuangan seorang wanita untuk memperoleh kebebasan dan menentukan jalan hidupnya sendiri.

Didukung oleh style bahasa nan puitis, pengembangan karakter nan mendalam, serta penggambaran cinta, kehilangan, dan family nan menyentuh, novel ini  bakal menawarkan lebih dari sekadar kisah para dewa dan makhluk mitologi.

Meski alurnya condong lambat di beberapa bagian, perjalanan Circe tetap memberikan ruang bagi pembaca untuk merenungkan makna kekuatan, penerimaan diri, dan keberanian menghadapi kehidupan.

Bagi Grameds nan mau menikmati kisah mitologi dari perspektif pandang nan berbeda, Circe layak masuk dalam daftar referensi kalian. Novel ini mengingatkan kita bahwa seseorang tidak semestinya hanya dinilai berasas asal-usul, pandangan orang lain, alias kesalahan nan pernah diperbuatnya.

Setiap orang mempunyai kesempatan untuk tumbuh, mengambil keputusan, dan menentukan kisah hidupnya sendiri.

Pada akhirnya, perjalanan Circe memperlihatkan bahwa menemukan kekuatan bukan hanya tentang menguasai keahlian luar biasa, melainkan juga tentang keberanian untuk menjadi diri sendiri.

Semoga ulasan dari Gramin ini membantu Grameds mengenal lebih dekat novel Circe dan menemukan argumen untuk menjelajahi kisahnya. Selamat membaca!

Circe karya Madeline Miller ini bisa Anda dapatkan hanya di Gramedia.com ya! Untuk mendukung Anda #TumbuhBermakna, kami selalu siap memberikan info dan produk terbaik untuk kamu.

Penulis: Gabriel

Rekomendasi Buku

The Song of Achilles (Nyanyian Achilles)

The Song of Achilles

Novel The Song of Achilles menjadi sebuah corak sukses perubahan dan pengembangan kisah mitologi dan legenda nan ditulis ke dalam bungkusan nan lebih modern.

Oleh lantaran kisah dalam novel The Song of Achilles diambil dari mitologi Yunani, novel nan ditulis oleh Madeline Miller bukan hanya menyajikan cerita nan menakjubkan saja, tetapi juga menyelipkan bagian sejarah nan benar.

Novel The Song of Achilles menceritakan kembali legenda perang Troya. Namun, pembahasan di novel ini jauh lebih dalam daripada perang Troya itu saja. Novel ini berani merombak gambaran sang pahlawan legendaris, Achilles, serta mendefinisikan ulang mengenai maskulinitasnya.

Alice in Borderland Vol. 08

Alice in Borderland 

Chishiya, salah satu laki-laki paling pandai di kalangan Player. Dia nan tidak peduli dengan hidupnya, menantang Raja Wajik, pemuncak adu inteligensi. Empat Player dengan kepribadian unik lantas berjumpa dengan Sang Raja Wajik Kuzuryu nan dulu sempat menyusup ke Pantai. Game adu inteligensi ekstrem nan bakal mereka mainkan adalah Kontes Kecantikan. Seperti apa hasil dari permainan mereka? Dan apa tujuan Kuzuryu sebenarnya?

Cosmos 1

Cosmos

Kaede Mizumori, seorang siswa SMA nan bisa mengetahui kebohongan, menjalani kehidupan nan datar… sampai dia berjumpa seorang siswi SMA misterius berjulukan Rin Homura. Homura berbicara padanya bahwa Aizawa, temannya nan menghilang, adalah makhluk luar angkasa.

Sebenarnya apa itu “COSMOS”, perusahaan asuransi unik alien nan dikatakan Homura?

Drama fiksi ilmiah nan berasal dari “perjumpaan dengan nan tidak diketahui” pun dimulai!

Selengkapnya
Sumber Gramedia
Gramedia
↑