ParagonCorp Danai Riset Stanford soal Kesehatan Mental dalam Konteks Islam

Sedang Trending 50 menit yang lalu

Jakarta -

Founder ParagonCorp memberikan pendanaan kepada Stanford University untuk mendukung penelitian kesehatan mental dalam konteks Islam dan organisasi Muslim. Dukungan tersebut disalurkan melalui Paragon-Wardah Research Fund di Stanford School of Medicine untuk menunjang aktivitas Stanford Muslim Mental Health & Islamic Psychology Lab.

Laboratorium tersebut dipimpin oleh Clinical Professor of Psychiatry and Behavioral Sciences di Stanford University School of Medicine, Dr. Rania Awaad, MD. Penelitiannya berfokus pada pemahaman kebutuhan kesehatan mental organisasi Muslim, termasuk stigma nan menghalang seseorang mencari support ahli serta hubungan antara kesehatan mental dan spiritualitas.

"Kami percaya bahwa kesehatan seorang manusia mencakup kondisi fisik, mental, dan spiritual. Melalui support kepada laboratorium Dr. Awaad, kami mau berkontribusi dalam mengembangkan pengetahuan agar umat Muslim di beragam bagian bumi dapat memperoleh jasa kesehatan mental nan juga memahami dan selaras dengan keyakinannya," ujar Deputy CEO and Chief of Research and Development ParagonCorp, dr. Sari Chairunnisa dalam keterangannya, Jumat (23/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami berambisi umat Muslim, baik di Indonesia maupun di negara lain, mendapatkan jasa kesehatan mental nan juga selaras dengan kepercayaan mereka," imbuhnya.

Laboratorium tersebut berfokus pada penelitian kesehatan mental dan ilmu jiwa dalam konteks Islam dan organisasi Muslim. Risetnya mencakup kebutuhan pasien Muslim, stigma nan membikin sebagian orang ragu untuk mencari support profesional, serta hubungan antara kesehatan mental dan spiritualitas.

Publikasi laboratorium ini juga membahas beragam topik, termasuk ilmu jiwa Islam, penanganan mengenai tindakan mengakhiri hidup, penggunaan unsur berbahaya, serta kesehatan mental para golongan migran dan mahasiswa.

Sementara itu, Dr. Rania Awaad menyampaikan terima kasih kepada ParagonCorp atas support nan diberikan untuk penelitian kesehatan mental organisasi Muslim.

"Kami sangat berterima kasih kepada founder ParagonCorp atas kepercayaan dan support mereka terhadap penelitian kami," ujarnya.

"Dukungan ini membantu kami terus mengembangkan pengetahuan nan dibutuhkan oleh tenaga kesehatan, pendidik, dan pemuka kepercayaan untuk memberikan jasa kepada organisasi Muslim dengan skill dan pemahaman nan mendalam," sambugnya.

Dukungan ini juga relevan bagi Indonesia, negara dengan populasi Muslim terbesar di bumi nan tetap menghadapi tantangan dalam akses terhadap jasa kesehatan mental.

Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) pada 2022 menemukan sekitar satu dari tiga masyarakat Indonesia berumur 10-17 tahun, alias sekitar 15,5 juta anak dan remaja, mengalami masalah kesehatan mental dalam satu tahun sebelumnya. Namun, hanya 2,6% dari mereka nan mencari support alias mengakses jasa konseling.

Menurut Dr. Rania Awaad, kepercayaan keyakinan dapat menjadi salah satu sumber kekuatan bagi pasien selama proses pemulihan, tetapi aspek tersebut belum selalu terakomodasi dalam jasa kesehatan mental nan mereka terima.

"Bagi banyak pasien kami, kepercayaan keyakinan menjadi sumber kekuatan selama proses pemulihan. Namun, aspek ini belum selalu menjadi bagian dari jasa kesehatan mental nan mereka terima," ungkapnya.

"Dukungan ini membantu kami melanjutkan penelitian dan training untuk mendukung organisasi nan tetap menghadapi stigma, nan kerap membikin orang enggan mencari bantuan, termasuk di Indonesia," tutupnya,

Sebagai informasi, Paragon-Wardah Research Fund merupakan biaya nan dapat digunakan untuk mendukung beragam aktivitas dan kebutuhan laboratorium. Dana ini mendukung misi laboratorium secara keseluruhan di bawah pengarahan Awaad, sementara prioritas penelitiannya ditetapkan oleh laboratorium itu sendiri.

(anl/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News
↑