Mentan Sebut Pelemahan Rupiah Jadi Momentum Dongkrak Ekspor Komoditas Perkebunan

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Rabu (15/4/2026). Foto: Widya/kumparan

Menteri Pertanian Amran Sulaiman merespons nilai tukar rupiah nan sudah menembus Rp 18.000 per USD. Menurutnya momen tersebut bisa dimanfaatkan untuk ekspor beragam komoditas perkebunan.

Berdasarkan info Bloomberg pada Senin (8/6), kurs USD/IDR tercatat berada di level Rp 18.152 per dolar AS alias melemah 116 poin (0,64 persen).

"Khusus perkebunan kami sorong ekspor, termasuk sawit kita dorong. Kenapa? Ini momentum nan baik,” kata Mentan Amran di instansi Kementan, Jakarta, Senin (8/6).

Amran memandang pelemahan rupiah bisa diambil sisi positifnya. Melalui dorongan ekspor, kata Amran, petani dapat diuntungkan dari momen tersebut.

Sejumlah truk pengangkut Tanda Buah Segar (TBS) kelapa sawit mengantre untuk pembongkaran di salah satu pabrik minyak kelapa sawit milik PT.Karya Tanah Subur (KTS) Desa Padang Sikabu, Kaway XVI, Aceh Barat, Aceh, Selasa (17/5/2022). Foto: Syifa Yulinnas/ANTARA FOTO

“Sisi positifnya bagi perkebunan adalah seluruh komoditas perkebunan, hortikultura, dan pangan nan diekspor kita sorong lebih cepat...sehingga petani untung," ucapnya.

Sebelumnya pengamat mata duit dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan pelemahan rupiah berpotensi menyentuh level Rp 19.000 per dolar AS pada akhir bulan ini.

Menurut Ibrahim, salah satu aspek utama nan menekan rupiah berasal dari AS. Data ketenagakerjaan AS nan lebih kuat dari perkiraan dinilai membuka kesempatan bank sentral AS mempertahankan kebijakan suku kembang tinggi lebih lama.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan