Warga mengumpulkan barang-barang mereka dari rumah nan rusak akibat gempa bumi di lepas pantai selatan pulau Mindanao, Filipina, nan juga dirasakan di Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara, Senin (8/6/2026). (REUTERS/Stenly Pontolawokang)
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan gelombang tsunami minor terdeteksi di sejumlah wilayah pesisir setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut. (REUTERS/Stenly Pontolawokang)
Sejumlah pasien nan sedang menjalani perawatan kudu dievakuasi ke gedung sekolah dan penduduk bahakan ada nan mengungsi ke dataran nan lebih tinggi usai adanya peringatan tsunami. (REUTERS/Stenly Pontolawokang)
Laporan dari Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BPBD di beragam wilayah menyebut guncangan gempa dirasakan dengan intensitas berbeda-beda. Di Kabupaten Kepulauan Sangihe, guncangan terasa cukup kuat selama 3-4 detik dan sempat memicu kepanikan warga. (REUTERS/Stenly Pontolawokang)
Meski tinggi gelombang tsunami nan terdeteksi tetap tergolong kecil, BNPB mengimbau masyarakat di wilayah pesisir nan berstatus "Siaga" dan "Waspada" untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Wilayah nan diminta waspada meliputi pesisir Sulawesi Utara, Maluku Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, hingga Kalimantan Timur. (REUTERS/Stenly Pontolawokang)
Update Senin (8/6) pukul 12.30 WIB, BPBD di wilayah terdampak melaporkan sebanyak 27 kepala family (KK) terdampak, nan terdiri dari 20 KK di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan 7 KK di Kabupaten Kepulauan Talaud. Selain itu, tercatat kerusakan pada 27 unit rumah di dua wilayah tersebut, serta kerusakan pada dua unit gereja, satu unit sekolah, satu unit rumah dinas guru, dan satu unit gedung GMIM 76 di Kabupaten Minahasa Utara. Seluruh info tersebut tetap berkarakter sementara dan bakal terus diperbarui seiring proses asesmen di lapangan. (Dok. BPBD Provinsi Sulawesi Utara)
BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Masyarakat diminta tidak mudah percaya dan tidak menyebarkan info nan belum terverifikasi, serta selalu merujuk pada info resmi dari BMKG, BNPB, BPBD, dan pemerintah daerah. Warga nan rumahnya terdampak kerusakan diharapkan tetap berhati-hati dan melaporkan kondisi gedung nan berpotensi membahayakan kepada abdi negara setempat. BNPB bakal terus memperbarui info sesuai perkembangan di lapangan. (Dok. BPBD Provinsi Sulawesi Utara)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·