Mentan Sebut Bantuan Beras untuk Korban Gempa di NTT Cukup hingga Setahun

Sedang Trending 12 menit yang lalu
Mentan Amran meninjau penanganan korban terdampak musibah di Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (21/8/2026). Foto: Dok. Kementan

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan kebutuhan beras untuk masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) sangat mencukupi. Bahkan, kata Amran, stok beras nan tersedia dapat memenuhi kebutuhan para pengungsi hingga satu tahun ke depan.

Kepastian tersebut disampaikan Amran saat meninjau langsung penanganan masyarakat terdampak musibah di NTT, Rabu (19/8). Ia menegaskan masyarakat tidak perlu cemas kekurangan pangan.

Amran menekankan pasokan beras tersedia dan dapat segera dikirim kapan pun dibutuhkan tanpa kudu menunggu proses manajemen nan panjang.

“Hari ini kami sampaikan ke posko, tidak usah menunggu surat. Bila ada butuh beras, langsung kirim. Jadi insyaallah tidak bakal ada kekurangan,” kata Amran dalam keterangan tertulis, dikutip pada Sabtu (22/8).

Amran mengungkapkan stok beras nasional mencapai 5,2 juta ton, sementara stok di NTT sekitar 39 ribu ton. Berdasarkan kalkulasi pemerintah, jumlah pengungsi mencapai sekitar 34.600 orang dengan kebutuhan sekitar 300 ton beras per bulan.

“Stok beras nasional kita 5,2 juta ton, stok kita di NTT 39 ribu ton. Jadi ini stok kita sangat banyak, sampai satu tahun ke depan sangat cukup. Jadi jangan khawatir, makan beras itu tidak bisa ditunda” jelas Amran.

Amran mengatakan kepastian kesiapan pangan tersebut merupakan bagian dari pengarahan Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah bergerak sigap memastikan masyarakat terdampak musibah tidak mengalami kekurangan pangan.

Untuk memperkuat penanganan di lapangan, pemerintah menyiapkan 200 ton beras unik untuk Kabupaten Manggarai. Bantuan tersebut merupakan bagian dari support pemerintah untuk empat kabupaten terdampak gempa di NTT dengan total support beras mencapai 5.386 ton, terdiri atas support musibah dan support pangan reguler senilai sekitar Rp 75,4 miliar.

Amran meminta pemerintah wilayah tidak ragu mengusulkan kebutuhan pangan masyarakat. Gudang pangan bakal dibuka selama 24 jam sehingga pengedaran dapat dilakukan segera ketika support dibutuhkan.

Dia juga memastikan seluruh beras support diberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat terdampak. Selain beras, pemerintah menyalurkan support kemanusiaan berupa minyak goreng, gula, dan mi instan. Sebanyak 35 truk support disiapkan untuk menjangkau wilayah terdampak.

Mentan Amran meninjau penanganan korban terdampak musibah di Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (21/8/2026). Foto: Dok. Kementan

Kementan juga bakal membantu masyarakat kembali berproduksi melalui perbaikan sawah dan jaringan irigasi tersier nan rusak, penyediaan bibit gratis, serta perangkat dan mesin pertanian (alsintan).

“Seluruh sawah nan rusak, irigasi tersier, kita bakal perbaiki. Itu ditanggung pemerintah pusat, kami nan jamin. Jadi diperbaiki sawahnya, dikirim alsintan,” kata Amran.

Selain itu, penggantian tanaman perkebunan nan rusak, termasuk kopi, kakao, dan kelapa juga disiapkan. Langkah tersebut diarahkan agar masyarakat tidak hanya terlindungi kebutuhan pangannya selama masa tanggap darurat, tetapi juga dapat segera kembali memperoleh penghasilan.

“Kopi, kakao, kelapa, itu juga kita ganti. Sekarang sudah ada anggarannya. Itu adalah perintah Bapak Presiden,” ujarnya.

Amran meminta seluruh jejeran mempercepat pelayanan bagi masyarakat terdampak dengan memangkas prosedur nan tidak diperlukan. Pengajuan support petani dapat disampaikan baik melalui pemerintah wilayah maupun Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

Amran menegaskan pemerintah bakal terus memastikan kesiapan pangan sekaligus memulihkan mata pencaharian masyarakat hingga kondisi kembali normal.

“Pangan, beras, kita jamin. Pemerintah jamin,” tegas Amran.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan