Mentan Percepat Hilirisasi Perkebunan, Alokasi Anggaran Capai Rp9,5 Triliun

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Taufik Fajar , Jurnalis-Selasa, 17 Maret 2026 |12:23 WIB

Mentan Percepat Hilirisasi Perkebunan, Alokasi Anggaran Capai Rp9,5 Triliun

Mentan Amran (Foto: Okezone)

JAKARTA  - Kementerian Pertanian terus mempercepat hilirisasi subsektor perkebunan nasional guna meningkatkan nilai tambah komoditas dan kesejahteraan pekebun. Langkah ini dilakukan melalui penyiapan lahan, identifikasi Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL), serta koordinasi intensif dengan pemerintah wilayah dan beragam pemangku kepentingan.

Fokus hilirisasi diarahkan pada tujuh komoditas perkebunan strategis, ialah tebu, kopi, kakao, kelapa, lada, pala, dan jambu mete nan dinilai mempunyai potensi besar untuk meningkatkan nilai tambah serta memperkuat perekonomian pekebun.

Melalui program hilirisasi perkebunan nan terencana, Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp9,5 triliun untuk pengembangan tujuh komoditas tersebut dengan sasaran 870.000 hektare (ha) kebun rakyat pada periode 2025–2027. 

Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga mendorong tumbuhnya ekonomi lokal, khususnya di desa-desa sentra perkebunan.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa hilirisasi menjadi langkah krusial agar komoditas perkebunan tidak lagi hanya dijual dalam corak bahan mentah.

“Kita mau komoditas perkebunan mempunyai nilai tambah nan lebih besar. Karena itu, pemerintah terus mendorong hilirisasi agar hasil perkebunan dapat diolah menjadi produk berbobot tinggi nan memberikan untung lebih bagi pekebun dan perekonomian nasional,” ujar Mentan Amran di Jakarta, Selasa (17/3/2026).

Dia menambahkan, pemerintah terus memastikan kesiapan beragam aspek, mulai dari lahan, golongan tani, hingga ekosistem industri agar program hilirisasi dapat melangkah secara berkelanjutan.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com