Feby Novalius
, Jurnalis-Kamis, 06 Agustus 2026 |10:54 WIB

Kapal Pertamina telah tiba dan berlabuh di Tanah Air setelah sukses melintasi Selat Hormuz pada 8 Juli lampau dan tiba dengan selamat di perairan Cilacap pada 24 Juli. (Foto ;Okezone.com/Pertamina)
JAKARTA - Kapal Pertamina telah tiba dan berlabuh di Tanah Air setelah sukses melintasi Selat Hormuz pada 8 Juli lampau dan tiba dengan selamat di perairan Cilacap pada 24 Juli.
Kru kapal VLCC Pertamina Pride dan kapal Gamsunoro nan lebih dulu sukses melintasi Selat Hormuz pada 25 Juni menceritakan pengalaman mereka saat melewati salah satu jalur pelayaran paling strategis sekaligus berisiko di bumi tersebut setelah berbulan-bulan berada di area Teluk Arab.
Bagi para pelaut, ombak besar, angin kencang, dan cuaca ekstrem merupakan bagian dari keseharian. Namun, kali ini tantangan nan mereka hadapi berbeda. Konflik geopolitik di area membikin setiap keputusan navigasi kudu diambil dengan penuh kehati-hatian.
Third Officer Kapal Gamsunoro, Daryl Josua Makaminang, mengaku situasi perang sempat menimbulkan kekhawatiran bagi seluruh awak kapal. Gamsunoro melintasi jalur selatan Selat Hormuz dengan pengawalan US Navy. Bahkan, sehari setelah kapal tersebut sukses melintas, terjadi serangan terhadap kapal lain di area tersebut.
"Kami tentu cukup cemas dengan situasi perang saat itu. Syukur kami dapat melewati Selat Hormuz dengan selamat," ujarnya, Kamis (6/8/2026).
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·