Mentan Amran Usul HET Minyakita Ditahan-Minta Empati Produsen Plastik

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman meminta produsen plastik tidak meningkatkan nilai secara berlebihan di tengah kenaikan biaya bungkusan nan mulai berakibat pada nilai minyak goreng di pasar tradisional, khususnya minyak goreng curah.

Amran pun secara unik mengimbau para pelaku industri plastik untuk menahan kenaikan harga, dan menunjukkan empati terhadap kondisi saat ini.

"Jadi gini, kan ada kenaikan nilai plastik nih. Saudaraku, sahabatku, Bapak/Ibu (produsen plastik) kan sudah lama berbisnis. Pertanyaanku, untung nggak selama ini berbisnis? Kalau tetap hidup sampai sekarang, berfaedah untung kan?" kata Amran di kantornya, Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Ia menekankan pentingnya solidaritas pelaku usaha, agar tidak memperburuk tekanan nilai pangan di masyarakat.

"Ya, tolong deh prihatin, empati, emosi solidaritas kita di saat ada begini. Janganlah naik," lanjutnya.

Meski membuka ruang penyesuaian harga, Amran mengingatkan agar kenaikan tidak dilakukan secara signifikan.

"Naiklah dikit, tapi jangan naik banyak banget sudah," ucap dia.

Minta Tak Ada Kenaikan HET Minyakita

Di sisi lain, Amran juga mendorong tidak adanya kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng rakyat merek Minyakita, hanya lantaran kenaikan nilai plastik.

Menurutnya, pemerintah dalam waktu dekat ini belum mempunyai rencana untuk meningkatkan HET Minyakita.

"Jangan dinaikkanlah," kata Amran

Harga Minyak Curah Naik

Di lapangan, pedagang sembako di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, mengakui kenaikan nilai minyak goreng curah tidak lepas dari melonjaknya biaya plastik kemasan.

"Minyak ini curah Rp23.000 (per kg). Dari sananya sudah Rp21.000 (per kg). Belum plastiknya, plastiknya mahal," kata Rudi.

Temuan ini merupakan hasil inspeksi mendadak (sidak) Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (14/4/2026) kemarin, nan menelusuri langsung penyebab kenaikan nilai di pasar.

"Oh plastiknya mahal? Naik berapa persen?" tanya Rizal.

Rudi menjelaskan, nilai plastik mengalami kenaikan cukup signifikan. "1 kg sampai Rp15.000-an (harga plastik)."

Ia juga membandingkan lonjakan nilai nan terjadi dalam waktu singkat. "Sebelumnya ya, kayak Cap Wayang kemarin saya beli di nilai Rp40.000, sekarang sudah sampai Rp68.000," sambungnya.

Menanggapi kondisi tersebut, pemerintah menyatakan bakal mencari solusi berbareng lintas kementerian.

"Nanti kita lagi komunikasikan dengan Kementerian Perindustrian, unik untuk komoditas plastik ini lagi kita upayakan cari solusinya, agar ada teknologi baru untuk packaging. Karena memang plastik sangat naik nilai biji plastiknya," jelas Rizal.

(dce)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News