Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengatakan bahwa sudah ada 2,1 juta penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) nan telah kembali diaktifkan. Sebelumnya ada 11 juta peserta nan di nonaktifkan di awal 2026 ini.
"Jadi dari 11 nan kita nonaktifkan pada bulan Januari tahun ini, tahun 2026, itu ada dua juta lebih nan telah reaktivasi," kata Gus Ipul, ditemui di Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Dia merinci, 300 ribu lebih penerima faedah telah diaktifkan kembali oleh PBI - JKN, kemudianada 1.400.00 diambil alih oleh Pemerintah Daerah (Pemda). Selain itu juga ada beberapa nan pindah ke pembayaran agunan kesehatan mandiri.
"Sebagian lagi itu lantaran mereka bagian dari ASN alias juga TNI - Polri, pegawai BUMN, dan juga diambil alih oleh perusahaan dimana penerima faedah tersebut bekerja," tuturnya.
Lebih lanjut, menurut Gus Ipul sekitar 8 juta lebih penerima faedah lainnya tetap bakal diberi kesempatan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, seperti nan sudah disepakati dengan Komisi XI DPR RI.
"Ya nan delapan juta lebih itu tetap bakal dilayani jika dia memerlukan perawatan, ya dilayani. Tapi jika memang tidak memerlukan perawatan artinya sehat, baik-baik saja ya tentu tidak perlu untuk memperoleh perawatan," tuturnya.
Meskipun untuk kembali menjadi personil PBI-JKN tetap memerlukan pengecekan kembali oleh Kementerian Sosial.
"Ya sembari kita ground check. Jadi sembari jalan sembari kita ground check. Kita lakukan ground check, kita lihat, kita verifikasi dan validasikan. Kalau memang memenuhi kriteria otomatis dia bakal kembali menjadi peserta aktif PBI-JK. Itu nan sembari proses ya," tuturnya.
Kepala BPS RI Amalia Adnininggar Widyasanti mengatakan pihaknya telah melakukan ground check terhadap penerima PBI - JKN untuk tahap pertama.
"BPS telah menuntaskan ground check tahap pertama ialah terhadap 106.153. Dan setelah kami petakan memang kebanyakan dari nan 106.153 itu berada di desil satu sampai lima. Sisanya di desil enam sampai sepuluh, tetapi semuanya nan menerima bansos kami konfirmasi bahwa 90.210 itu terkonfirmasi menderita penyakit katastropik sehingga oleh Pak Mensos direaktivasi secara otomatis untuk nan sekitar 90.210 itu," kata Amalia.
Adapun lebih lanjut, sisanya sekitar 3.900-an perseorangan itu memang terkonfirmasi sudah meninggal dunia.
(emy/haa)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
6 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·