Rohman Wibowo
, Jurnalis-Rabu, 05 Agustus 2026 |22:05 WIB

Menko Airlangga (Foto: Okezone)
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan tingginya realisasi investasi nan berakibat pada ekspansi penyerapan tenaga kerja menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2026 nan mencapai 5,29 persen.
Arus modal nan masuk ke sektor manufaktur di Jawa serta program hilirisasi di luar Jawa dinilao sukses membuka jutaan lapangan kerja baru.
"Investasi tumbuh 7,2 persen di atas pertumbuhan ekonomi dengan realisasi Rp1.010,6 triliun dari sasaran Rp2.041,3 triliun, di mana PMA sebesar Rp507,6 triliun dan PMDN Rp502,9 triliun dengan porsi hilirisasi mencapai 30 persen alias Rp300 triliun," kata Airlangga dalam bertemu pers di instansi Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Pemerintah mencatat persebaran investasi di luar Pulau Jawa terus konsisten menjaga keseimbangan dengan wilayah Jawa, ialah berada di kisaran 50 persen. Penanaman modal domestik dan asing tersebut langsung menggerakkan sektor industri manufaktur serta program-program unggulan pemerintah, termasuk pengembangan Koperasi Merah Putih di daerah.
Mauknya arus modal masuk berkapak positif terhadap ekspansi lapangan kerja baru di tengah maraknya tantangan ketenagakerjaan global. Pemerintah mencatat pula jumlah penyerapan tenaga kerja secara langsung mengalami lonjakan signifikan dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya.
"Jumlah tenaga kerja langsung nan terserap di semester I-2026 sebesar 1,45 juta orang, naik 15 persen dari tahun lampau sehingga di tengah rumor kasus PHK, jumlah orang nan bekerja di lapangan kerja baru justru bertambah lebih banyak," ujar Airlangga.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·