Menko Airlangga Buka Suara Soal KEK Ganja Medis di RI

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menanggapi soal Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) ganja medis.

"Belum ada pembahasan," ucap Airlangga dengan singkat dan tegas saa5 ditemui awak media di instansi Kemenko Ekonomi, Jakarta pada Senin (13/4/2026).

Sebelumnya, Anggota Komisi III DPR RI Hinca Pandjaitan nan mau adanya pendalaman riset mengenai ganja medis di Indonesia untuk mengukur pengaruh positif dan negatifnya.

Hinca menyinggung Kementerian Kesehatan nan belum membikin pendalaman soal ganja medis. Hal itu disampaikan saat rapat kerja Komisi III DPR RI mengenai RUU tentang Narkotika dan Psikotropika di Gedung DPR, Jakarta pada Selasa (7/4/2026).

"Kementerian Kesehatan acapkali ingkar dan melawan Mahkamah Konstitusi. Mahkamah Konstitusi memerintahkan pemerintah untuk bikin riset tentang ganja medis, nggak pernah dilakukan," ucapnya dalam rapat.

Dirinya juga membandingkan pengaruh antara ganja dan narkoba jenis sabu dalam konteks pengaruh terhadap kasus kriminal. Dirinya berbincang soal ganja nan berfaedah dalam produksi makanan.

"Kalau sabu berakibat pada tindakan kriminal. Kalau ganja, nggak ada dampaknya pada kriminal. Di kampung kami di Simalungun, Saribudolok, pada waktu itu pertanian paling bagus di republik ini, pangan. Ternyata ganja langkah terbaik melindungi tanaman dari virus-virus itu. Dan ganja makanan ternak untuk sigap besar. Berarti ketahanan pangan. Mengapa dimusuhi ganja medis?" ujarnya.

Dirinya juga mengatakan bahwa selama ini ganja beredar secara gelap dan dilarang. Sehingga dirinya menyinggung wilayah nan diusulkan pembentukan KEK Ganja Medis Indonesia.

"Kan nan dilarang peredaran gelapnya. Kalau begitu, ya kita buat peredaran terang. Dari puluhan ribu pulau di Indonesia, ambil saja 10, konsentrasi di situ semua, di situ rehabilitasinya semua di situ. Wah, jika itu terjadi, keren itu," ucap Hinca.

"Saya, pertanyaan saya tadi itu seandainya disetujui, ini bagus sekali. Saya mengusulkan dan apakah setuju Kawasan Ekonomi Khusus Ganja Medis Indonesia?"

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News