Liputan6.com, Jakarta - Sehari setelah resmi beroperasi, LRT Jakarta rute Manggarai-Kelapa Gading mulai dijajal penumpang dengan beragam tujuan. Pada Kamis (17/9/2026), perjalanan Liputan6.com kali ini dimulai dari Stasiun KRL Manggarai, nan sekarang menjadi salah satu titik pemberhentian rute baru tersebut.
Namun, perjalanan belum betul-betul dimulai ketika akses menuju LRT justru kudu dicari terlebih dahulu.
Dari dalam Stasiun KRL Manggarai, penumpang perlu keluar dari area stasiun, melangkah menuju gedung LRT, kemudian melanjutkan perjalanan ke peron. Petunjuk arah memang tersedia, tetapi ukurannya relatif mini sehingga sempat membikin bingung.
Seorang petugas kemudian membantu menunjukkan arah. Setelah menemukan gedung LRT, perjalanan dilanjutkan menuju peron menggunakan lift alias eskalator.
Kereta berangkat sekitar pukul 11.55 WIB. Dua gerbong nan beraksi saat itu sudah dipenuhi penumpang hingga sebagian bangku terisi. Perjalanan menuju Kelapa Gading pun lebih banyak dilewati sembari berdiri berbareng penumpang lainnya.
Meski cukup ramai, suasana di dalam gerbong tetap tertib. Pengumuman mengenai stasiun berikutnya terdengar jelas melalui sistem otomatis. Petugas LRT di dalam kereta juga menyampaikan info ketika kereta mendekati stasiun tujuan.
Sekitar 28 menit kemudian, kereta tiba di Kelapa Gading pada pukul 12.23 WIB.
Selama masa promosi hingga 23 September 2026, perjalanan LRT tersebut dikenakan tarif Rp 8.
Di stasiun tujuan, tetap terdapat beberapa catatan kecil. Salah satu eskalator menuju area atas terlihat tidak beroperasi. Namun, secara keseluruhan, perjalanan tersebut memberikan gambaran awal mengenai pengalaman menggunakan rute nan sehari sebelumnya baru resmi melayani penumpang.
Bagi Husnul Fitri, Kaprodi Kajian Pengembangan Perkotaan, Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (UI), kehadiran rute tersebut menambah pilihan bagi masyarakat dalam menggunakan transportasi publik.
“Dengan adanya kehadiran LRT ini itu diharapkan beban dari moda transportasi itu bisa terbagi ke LRT ini,” ujarnya.
Menurut Husnul, bertambahnya pilihan moda dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat untuk beranjak ke transportasi umum. Namun, pengalaman perjalanan tidak hanya ditentukan oleh kondisi di dalam kereta.
Akses menuju stasiun, kesiapan trotoar, hingga akomodasi bagi penyandang disabilitas juga menjadi bagian penting. Begitu pula perpindahan dari satu moda ke moda lainnya nan perlu dibuat seefisien mungkin.
Jadwal perjalanan juga perlu konsisten dan dapat diandalkan sehingga penumpang bisa memperkirakan waktu tempuh dengan lebih pasti.
“Jadi ini paling tidak bisa membantu salah satu persoalan transportasi di Jakarta, walaupun bukan satu-satunya,” kata Husnul.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·